Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Dubes AS Boikot Ketua Parlemen Polandia
Trending Indonesia

Dubes AS Boikot Ketua Parlemen Polandia

GunawatiBy Gunawati06-02-2026 - 23.15Tidak ada komentar3 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Dubes AS Boikot Ketua Parlemen Polandia
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Polandia di Warsawa memanas setelah Duta Besar AS, Tom Rose, secara mengejutkan memutuskan kontak dengan Ketua Parlemen Polandia, Wlodzimierz Czarzasty. Keputusan drastis ini, yang diumumkan pada Kamis (5/2) waktu setempat, dipicu oleh tuduhan Rose bahwa Czarzasty telah melontarkan penghinaan serius terhadap Presiden AS Donald Trump.

Pemutusan hubungan ini, yang ditegaskan Rose berlaku efektif segera, bermula dari serangkaian kritik tajam yang dilontarkan Czarzasty terhadap kebijakan Presiden Trump, serta penolakannya untuk mendukung pencalonan Trump meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Rose, seperti dilansir Reuters dan AFP pada Jumat (6/2/2026), menyatakan Kedutaan Besar AS di Warsawa "tidak akan lagi menjalin interaksi, melakukan kontak, atau komunikasi" dengan Czarzasty, menyebut tindakannya sebagai "penghinaan yang keterlaluan dan tanpa alasan" terhadap Trump.

Dubes AS Boikot Ketua Parlemen Polandia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Melalui pernyataan di media sosial X, Rose menegaskan bahwa "cercaan yang dinilai sangat tidak pantas dan tidak berdasar" oleh Czarzasty telah menjadi "kendala signifikan bagi hubungan baik kami dengan Perdana Menteri (Donald) Tusk dan pemerintahannya." Ia menambahkan dengan tegas, "Kami tidak akan mengizinkan siapa pun untuk mengikis fondasi hubungan AS-Polandia, atau meremehkan (Trump), yang telah melakukan begitu banyak hal untuk Polandia dan rakyat Polandia."

Kemarahan sang Duta Besar AS memuncak setelah Czarzasty, pada Senin (2/2), secara terbuka mengkritik inisiatif yang diusung oleh Ketua DPR AS Mike Johnson dan Ketua Knesset Israel Amir Ohana. Inisiatif tersebut bertujuan menggalang dukungan dari para ketua parlemen global untuk mencalonkan Trump meraih Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2026, atas perannya dalam upaya perdamaian di Timur Tengah. Czarzasty dengan tegas menolak untuk mendukung langkah tersebut.

"Menurut pandangan saya, Presiden Trump sedang memperkeruh suasana di organisasi-organisasi (internasional) ini dengan mencerminkan pendekatan politik yang cenderung transaksional dan menggunakan kekerasan," ujar Czarzasty kepada awak media setempat. "Semua ini mengindikasikan bahwa saya tidak akan mendukung pencalonan Hadiah Nobel Perdamaian untuk Presiden Trump karena dia tidak layak menerimanya."

Ia juga menyarankan agar Polandia lebih fokus untuk "mengukuhkan kemitraan yang telah terjalin" dengan organisasi seperti NATO, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), daripada bersekutu lebih erat dengan pemerintahan Trump. Czarzasty tak segan mengkritik kepemimpinan Trump, termasuk pemberlakuan tarif terhadap negara-negara Eropa, ancaman untuk mencaplok Greenland, dan klaim terbaru Trump mengenai sekutu-sekutu NATO yang "sedikit menjauh dari garis depan" selama perang di Afghanistan. Ia menuduh Trump telah "mengabaikan prinsip dan nilai politik, serta seringkali melanggar hukum internasional."

Menanggapi pengumuman Rose mengenai pemutusan kontak, Czarzasty menyatakan menyayangkan respons Duta Besar AS, namun menegaskan bahwa ia "tidak akan mengubah pendirian saya."

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk turut angkat bicara mengenai perselisihan diplomatik ini. Melalui media sosial X, Tusk menulis, "Duta Besar Rose, sekutu seharusnya saling menghormati, bukan saling menggurui. Setidaknya begitulah cara kami, di Polandia, memahami kemitraan." Insiden ini menambah dinamika kompleks dalam lanskap hubungan internasional di tengah ketegangan global.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Ancaman Trump Iran Syarat Berat Muncul

15-04-2026 - 23.45

Perundingan Sengit Iran AS Berakhir Buntu

15-04-2026 - 23.30

Trump Ungkap Janji Xi Jinping Soal Iran

15-04-2026 - 23.15

Iran Siap Tutup Laut Merah Balas Blokade AS

15-04-2026 - 23.00

Perundingan Nuklir Buntu Iran Tolak Syarat Penting AS

15-04-2026 - 21.45

Kim Jong Un Bikin Dunia Kaget PBB Ungkap Fakta Ini

15-04-2026 - 21.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.