Wacana pengintegrasian dua lembaga vital negara, Badan Geologi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mendapat sambutan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat. Ketua Komisi XII DPR, Melchias Markus Mekeng, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap gagasan yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto ini. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, usulan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk efisiensi dan peningkatan kinerja penanganan bencana.
Mekeng menjelaskan bahwa gagasan Presiden Prabowo memiliki dasar yang kuat. "Menurut saya, usulan Pak Presiden sangat masuk akal untuk mewujudkan perampingan organisasi. Terutama bagi lembaga-lembaga yang memiliki jenis pekerjaan dan tujuan serupa, efisiensi adalah kunci," ungkap Mekeng kepada awak media pada Selasa (8/9/2026). Ia menambahkan bahwa penggabungan ini akan membawa dampak positif dalam mitigasi bencana di Indonesia.

Lebih lanjut, Mekeng menegaskan bahwa Komisi XII DPR siap memberikan dukungan penuh apabila usulan penggabungan ini nantinya dibahas secara resmi di parlemen. "Jika ada usulan rapat mengenai masalah ini, kami pasti akan mendukung usulan Presiden," ujarnya, seraya menambahkan bahwa "disatukan juga bagus." Wacana pengintegrasian ini pertama kali dilontarkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas) penanganan bencana secara hybrid di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (7/9) lalu.
Dalam ratas tersebut, yang dihadiri oleh sejumlah menteri kabinet, kepala badan/lembaga, serta kepala daerah terdampak bencana, Presiden Prabowo mengapresiasi upaya mitigasi bencana yang telah dilakukan pemerintah sejauh ini. "Sementara saya lihat kita sudah buat maksimal," kata Prabowo. Ia juga menyoroti posisi geografis Indonesia yang berada di ‘ring of fire,’ yang berarti potensi bencana geologi, khususnya erupsi gunung berapi, akan selalu ada. "Ternyata kan erupsi terjadi lagi di beberapa tempat, di Sumatera Utara, Jawa Timur, Halmahera. Ini kita monitor terus," tegasnya, menunjukkan komitmen pemerintah untuk terus memantau ancaman tersebut.
Di hadapan Kepala Badan Geologi Lana Saria dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, serta para menteri lainnya, Presiden Prabowo secara langsung menyampaikan pertimbangannya untuk mengintegrasikan kedua lembaga tersebut. "Kepala Badan Geologi nanti saya kira kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini," ujarnya. Meskipun demikian, Prabowo menekankan bahwa keputusan final belum diambil. "Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi ya nanti kita bahas itu," imbuhnya, mengindikasikan bahwa wacana ini masih dalam tahap kajian mendalam sebelum menjadi kebijakan resmi.
