Sebuah insiden lalu lintas yang sempat menyita perhatian publik, melibatkan seorang sopir taksi listrik dan pengemudi mobil BYD di Tol Tomang, Jakarta Barat, kini telah mencapai titik terang. Melalui mediasi yang difasilitasi pihak kepolisian, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan kekeluargaan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa pertemuan ini menandai berakhirnya polemik yang sempat viral di media sosial.
Panit Laka Lantas Jakarta Barat, Ipda Deddy Mohammadi, mengonfirmasi hasil mediasi tersebut. "Kami telah mempertemukan mereka hari ini. Semua selesai secara kekeluargaan, dengan kedua belah pihak saling menyadari dan tidak akan melanjutkan tuntutan hukum," ujar Ipda Deddy, seperti dikutip oleh internationalmedia.co.id pada Senin. Pertemuan damai ini berlangsung di Kantor Samsat Jakarta Barat.

Insiden yang memicu ketegangan ini terjadi pada Sabtu malam, 19 September, sekitar pukul 19.30 WIB, tepatnya di pintu keluar Gerbang Tol Tomang arah Timur, Grogol Petamburan. Kronologi awal menyebutkan adanya senggolan antara mobil listrik BYD bernomor polisi B 1366 AZL yang dikemudikan Agustam, dengan taksi listrik SM Green bernomor polisi B 1070 SLF yang dikendarai Budi Hendra.
Senggolan tersebut mengakibatkan kerusakan pada bemper belakang kanan taksi Budi. Merasa dirugikan, Budi Hendra lantas mengejar mobil BYD tersebut dan berupaya menahan pintu depan kiri kendaraan untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, mobil BYD tetap melaju, menyeret Budi sejauh sekitar 50 meter. Momen dramatis ini terekam jelas oleh kamera warga dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu beragam reaksi publik.
Menurut Ipda Deddy, kedua pengemudi telah memberikan keterangan lengkap mengenai kronologi kejadian. "Awalnya terjadi senggolan karena upaya menyalip yang tidak berhasil, yang kemudian menimbulkan kepanikan di antara kedua belah pihak. Syukurlah, semua bisa diselesaikan dengan damai," jelasnya.
Dalam proses mediasi, Agustam, pengemudi BYD, dengan tulus menyampaikan permohonan maafnya kepada Budi Hendra atas insiden yang terjadi. Budi Hendra, sopir taksi SM Green, dengan lapang dada menerima permintaan maaf tersebut. "Saya ikhlas memaafkan dan memang dari awal tidak ada niat untuk memperpanjang masalah ini," tegas Budi, menunjukkan sikap legowo.
Dengan tercapainya kesepakatan damai ini, pihak kepolisian secara resmi menutup penanganan perkara lalu lintas yang melibatkan kedua pengemudi. Kasus ini, yang sempat menjadi perbincangan hangat di jagat maya, kini telah menemukan penyelesaian. Video viral yang beredar sebelumnya menunjukkan bagaimana Budi Hendra, setelah turun dari taksinya, berupaya membuka pintu mobil BYD sebelum akhirnya terseret saat kendaraan tersebut melaju.