Sebelum melanjutkan, perlu ditekankan bahwa informasi dalam berita ini tidak dimaksudkan untuk mendorong atau menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala depresi atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, sangat disarankan untuk segera mencari bantuan profesional dari psikolog, psikiater, atau fasilitas kesehatan mental terdekat.
Malang – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang Universitas Brawijaya (UB) pada Kamis pagi. Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK UB) berinisial RR (19) diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai enam gedung Fakultas Pertanian. Peristiwa tragis ini, yang pertama kali dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id – News, menyebabkan RR mengalami luka serius namun kini dalam kondisi stabil setelah menjalani operasi di RS dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Insiden dramatis tersebut terjadi pada Kamis, 10 September 2026, pagi hari. Beberapa mahasiswa lain yang berada di lokasi sempat menyaksikan dan berupaya mencegah aksi nekat RR, namun upaya mereka gagal. Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, menjelaskan bahwa RR terjun dari ketinggian sekitar 25 meter, mendarat dengan benturan keras di area parkiran gedung, yang berakibat fatal pada beberapa bagian tubuhnya.
Akibat lompatan tersebut, RR menderita patah tulang di beberapa bagian vital seperti kaki, tangan, bahu, dan rahang. Setelah menjalani operasi darurat, kondisi RR dilaporkan stabil dan kini dalam perawatan intensif di ruang ICU Kapuas RSSA. Kompol Anang menambahkan, tim medis telah memasang gips di kedua kaki RR dan beberapa jahitan terlihat di area wajahnya, menandakan tingkat keparahan cedera yang dialaminya, sebagaimana dilansir oleh internationalmedia.co.id pada Sabtu (12/9/2026).
Orang tua RR telah tiba di Malang dan kini mendampingi putra mereka selama masa pemulihan di RSSA. Pihak kepolisian, melalui Kompol Anang, menyatakan belum dapat meminta keterangan langsung dari korban. Fokus utama saat ini adalah pemulihan RR pascaoperasi, sehingga proses penyelidikan lebih lanjut akan menunggu hingga kondisi medisnya memungkinkan.
Namun, di balik insiden tragis ini, motif yang mendorong RR melakukan aksi nekatnya mulai terkuak. Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian yang melibatkan keterangan dari rekan kuliah, dosen, hingga kekasih korban, terungkap bahwa mahasiswa angkatan 2025 itu nekat melompat karena permasalahan asmara. RR dikabarkan terlibat pertengkaran hebat dengan pacarnya setelah mengetahui sang kekasih menjalin hubungan dengan pria lain, memicu rasa cemburu yang mendalam dan berujung pada keputusan fatal tersebut.
