Internationalmedia.co.id – News – Setelah dua hari menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat dampak abu vulkanik, seluruh sekolah di Kota Depok dipastikan akan kembali beraktivitas normal mulai besok, Rabu (9/9/2026). Keputusan ini menandai berakhirnya periode PJJ yang diberlakukan demi menjaga kesehatan siswa dan tenaga pendidik.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Depok, Wahid Suryono, menegaskan bahwa kebijakan PJJ tidak akan diperpanjang. "Seluruh satuan pendidikan PAUD, SKB/PKBM, SD, SMP Negeri dan Swasta agar kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran secara normal sesuai dengan ketentuan, dan jadwal pembelajaran yang telah ditetapkan," ujar Wahid dalam keterangan resminya yang diterima Internationalmedia.co.id pada Selasa (8/9/2026).

Meskipun kegiatan belajar mengajar kembali normal, Wahid Suryono menekankan pentingnya kewaspadaan. Ia menginstruksikan seluruh sekolah untuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi dampak abu vulkanik yang mungkin masih ada. Imbauan penggunaan masker bagi murid dan guru saat beraktivitas di luar ruangan menjadi prioritas. Selain itu, pemantauan kebersihan dan keamanan lingkungan sekolah secara berkala serta koordinasi aktif dengan komite sekolah, orang tua siswa, dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat juga wajib dilakukan.
Kebijakan PJJ sendiri diberlakukan selama dua hari, yakni Senin dan Selasa (7-8 September), sebagai respons atas dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya, pada Minggu (6/9), Wahid Suryono menjelaskan kepada Internationalmedia.co.id bahwa langkah ini diambil untuk melindungi kesehatan siswa dan tenaga pendidik. "Depok mengambil kebijakan ini belajar dari rumah (BDR) ya, PJJ dua hari ya, Senin-Selasa. Sambil dievaluasi nanti perkembangannya seperti apa, mudah-mudahan membaik ya," kata Wahid kala itu, menunjukkan pendekatan proaktif pemerintah kota dalam menyikapi situasi darurat.
