Internationalmedia.co.id memberitakan aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu (26/7) lalu. Ribuan warga Malaysia turun ke jalan, menyuarakan protes terhadap lonjakan biaya hidup dan mendesak Perdana Menteri Anwar Ibrahim untuk mengundurkan diri. Aksi ini menjadi unjuk rasa terbesar sejak Anwar menjabat pada tahun 2022.
Para demonstran berkumpul di berbagai titik di pusat kota Kuala Lumpur sebelum akhirnya memadati Lapangan Merdeka. Mereka membawa poster bertuliskan "Turun Anwar," menyatakan kekecewaan terhadap kepemimpinan Anwar yang dianggap gagal memenuhi janji-janji reformasi. Salah satu demonstran, Fauzi Mahmud (35), mengatakan Anwar belum mampu mengatasi tingginya biaya hidup meskipun telah melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk menarik investasi.

Bahkan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad turut serta dalam demonstrasi tersebut. Mahathir, yang baru saja merayakan ulang tahun ke-100, secara terang-terangan mengkritik Anwar dan mendesak pengunduran dirinya. Ia mempertanyakan hasil kerja Anwar selama tiga tahun memimpin Malaysia.
Menanggapi demonstrasi tersebut, Anwar menyatakan dirinya tidak diundang dalam aksi tersebut. Dalam sebuah unggahan di Facebook, Anwar menyampaikan apresiasi kepada petugas keamanan yang telah menjaga ketertiban. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap berpartisipasi dalam wacana nasional, menekankan pentingnya kritik dan perbedaan pendapat dalam demokrasi. Anwar juga menekankan keterbukaan pemerintahannya melalui sesi Tanya Jawab Perdana Menteri (PMQT) di parlemen.
Anwar mengajak rakyat Malaysia untuk tidak hanya berdemonstrasi, tetapi juga terlibat dalam dialog dan mencari solusi bersama untuk membangun negara. Ia juga mempromosikan rencana pemerintah untuk meningkatkan pariwisata di Kuala Lumpur sebagai bagian dari upaya memajukan perekonomian negara. Meskipun menghadapi tekanan besar, Anwar menegaskan komitmennya terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan berekspresi. Langkah-langkah populis seperti pemberian bantuan tunai dan subsidi bahan bakar juga telah diumumkan oleh Anwar sebagai upaya meringankan beban rakyat.

