Pengadilan di Quito, Ekuador, baru saja mengumumkan kabar mengejutkan. Adolfo Macias, alias ‘Fito’, gembong narkoba paling terkenal di Ekuador, setuju untuk diekstradisi ke Amerika Serikat. Internationalmedia.co.id mengutip laporan AFP, Sabtu (12/7/2025), Macias akan menghadapi dakwaan berat terkait penyelundupan kokain dan senjata.
Pria yang dulunya sopir taksi ini kini menjadi buruan utama setelah kabur dari penjara berkawat tinggi di Guayaquil awal tahun lalu. Pelariannya memicu gelombang kekerasan geng yang dahsyat, menebar teror di Ekuador. Pemerintah Presiden Daniel Noboa bahkan sampai menawarkan hadiah US$1 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya. Akibat ulah Los Choneros, geng yang dipimpin Macias, bom mobil meledak, sipir disandera, dan stasiun televisi dikuasai.

Setelah berbulan-bulan menjadi buronan, Macias akhirnya tertangkap bulan lalu dalam operasi gabungan militer dan polisi. Ia ditemukan bersembunyi di sebuah bunker bawah tanah di Manta. Dalam sidang virtual dari penjara Guayaquil, Macias yang mengenakan seragam oranye menjawab "Ya, saya menerima (ekstradisi)" saat hakim menanyakan kesediaannya.
Dengan persetujuan Macias, proses ekstradisi akan segera dimulai. Presiden Noboa akan menandatangani surat serah terima resmi. Ini merupakan ekstradisi warga Ekuador pertama sejak undang-undang ekstradisi disahkan tahun lalu melalui referendum yang diprakarsai Noboa untuk memberantas kejahatan terorganisir. Kasus ini menjadi tonggak penting dalam perang melawan narkoba di Ekuador.