Internationalmedia.co.id memberitakan, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, mengumumkan bantuan langsung tunai (BLT) besar-besaran untuk meredam amarah publik yang meningkat akibat lonjakan biaya hidup. Pengumuman ini dilakukan menjelang aksi demonstrasi besar-besaran yang dijadwalkan akhir pekan ini.
Langkah pemerintah Malaysia ini berupa paket bantuan senilai miliaran ringgit. Anwar, dalam pidatonya Rabu (23/7), menjanjikan BLT sebesar 100 ringgit (sekitar Rp 385.000) kepada setiap warga negara berusia 18 tahun ke atas. Pemberian dana satu kali (one-off payment) ini akan disalurkan pada 31 Agustus, bertepatan dengan Hari Nasional Malaysia. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 22 juta jiwa, program ini diperkirakan menghabiskan dana hingga 2 miliar ringgit atau sekitar Rp 7,7 triliun.

Selain BLT, pemerintah juga memberikan subsidi bensin RON95. Mulai September, harga bensin jenis ini akan turun menjadi 1,99 ringgit (Rp 7.673) per liter dari harga sebelumnya 2,05 ringgit (Rp 7.905) per liter. Subsidi ini akan dinikmati sekitar 18 juta pengendara di Malaysia.
Namun, langkah-langkah tersebut tampaknya belum cukup meredam gelombang protes. Demo besar-besaran tetap direncanakan di Kuala Lumpur pada Sabtu (26/7). Para demonstran menuntut pengunduran diri Anwar dan memprotes kenaikan harga serta kegagalan pemerintah memenuhi janji reformasi. Kepolisian memperkirakan 10.000 hingga 15.000 demonstran akan ikut serta dalam aksi yang digerakkan oleh partai-partai oposisi ini.
Sebelumnya, pemerintah Malaysia telah menerapkan sejumlah kebijakan untuk meningkatkan pendapatan negara, termasuk menaikkan upah minimum, tarif listrik untuk pengguna besar, dan pajak penjualan barang impor mewah. Anwar menjelaskan kebijakan ini ditujukan untuk kalangan bisnis besar dan orang kaya, namun kritik muncul karena dikhawatirkan bebannya akan beralih ke konsumen, terutama masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. "Saya mengakui keluhan dan menerima bahwa biaya hidup tetap menjadi tantangan, meskipun kami telah mengumumkan berbagai langkah," ujar Anwar.

