Angka korban tewas akibat banjir bandang yang menerjang Texas, Amerika Serikat, pekan lalu terus meningkat. Internationalmedia.co.id melaporkan, jumlah korban jiwa kini telah mencapai lebih dari 100 orang, termasuk 27 anak perempuan yang tengah mengikuti perkemahan musim panas di tepi sungai yang meluap.
Berdasarkan laporan Sheriff Kerr County yang dikutip internationalmedia.co.id, sedikitnya 84 orang meninggal dunia di Kerr County, wilayah yang paling parah terdampak bencana yang terjadi Jumat (4/7) dini hari, bertepatan dengan libur Hari Kemerdekaan AS. Korban terdiri dari 56 orang dewasa dan 28 anak-anak. Sekitar 10 orang peserta perkemahan Camp Mystic dan seorang konselor masih dinyatakan hilang. Camp Mystic, perkemahan khusus perempuan yang menampung sekitar 750 orang saat banjir terjadi, merupakan tradisi liburan musim panas di AS. Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan dengan mengerahkan helikopter, perahu, dan anjing pelacak.

Di luar Kerr County, sedikitnya 17 kematian dilaporkan di daerah sekitar. Dengan demikian, total korban tewas akibat banjir dahsyat ini mencapai 101 orang. Ancaman banjir susulan masih mengintai seiring dengan prediksi cuaca yang menunjukkan kemungkinan hujan lebat di area terdampak. Kondisi ini semakin menyulitkan upaya pemulihan dan pencarian korban.
Presiden Donald Trump berencana mengunjungi Texas pada Jumat (11/7). Gedung Putih pun membantah kritik yang mengaitkan pemotongan dana untuk badan cuaca AS dengan melemahnya sistem peringatan dini. "Menyalahkan Presiden Trump atas banjir ini adalah kebohongan yang keji, dan tidak pantas dilakukan di masa berkabung nasional ini," tegas Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt. Trump sendiri menyebut bencana ini sebagai "bencana 100 tahun" yang tak terduga. Setelah sebelumnya menyatakan bantuan bencana harus ditangani di tingkat negara bagian, Trump telah menandatangani deklarasi bencana besar, sehingga dana federal dan sumber daya lainnya dapat diakses.
