Internationalmedia.co.id melaporkan seruan keras dari Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, kepada Israel. Lazzarini mendesak penghentian penyangkalan Israel atas peran mereka dalam krisis kelaparan yang melanda Jalur Gaza. Pernyataan tegas ini disampaikan melalui platform media sosial X, mengajak negara-negara berpengaruh untuk segera mengambil tindakan. Lazzarini menekankan urgensi situasi, menyebut setiap jam sangat berharga.
Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC), lembaga pemantau kelaparan global yang didukung PBB, telah mengkonfirmasi adanya bencana kelaparan di Gaza. Proyeksi IPC menunjukkan penyebaran bencana ini ke wilayah tengah dan selatan Gaza pada akhir September mendatang.

Konflik yang dimulai Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina. Serangan militer Israel telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang parah, memicu kelaparan, perpindahan penduduk secara paksa, dan merebaknya penyakit. Situasi ini semakin diperparah dengan kasus di Mahkamah Pidana Internasional yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional terkait konflik di Gaza. Pertanyaan besar kini muncul: siapakah yang sebenarnya bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan ini?

