Internationalmedia.co.id melaporkan tragedi banjir yang melanda Provinsi Guizhou, China. Bencana alam ini telah menelan korban jiwa dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Data terbaru menunjukkan angka korban tewas meningkat signifikan.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (24/6) mengakibatkan banjir besar di Distrik Rongjiang. Laporan CCTV, stasiun televisi pemerintah China, pada Kamis (26/6) menyebutkan bahwa hingga pukul 11.00 pagi waktu setempat, enam orang telah meninggal dunia akibat bencana ini. Angka ini menjadi catatan pilu di tengah upaya penyelamatan dan evakuasi yang tengah berlangsung.

Lebih dari 80.900 penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka yang terendam banjir. Pemerintah setempat telah menetapkan status darurat banjir level tertinggi untuk mengoptimalkan penanganan bencana. Laporan CCTV juga menggambarkan kerusakan infrastruktur yang parah di beberapa kota, termasuk kemacetan lalu lintas dan gangguan komunikasi. Warga yang terjebak pun sempat dilaporkan. Untungnya, ketinggian air di Distrik Rongjiang kini telah surut di bawah level peringatan.
Xinhua, kantor berita pemerintah China, turut melaporkan dampak dahsyat banjir ini. Salah satu laporan menyebutkan lapangan sepak bola di Rongjiang terendam air hingga setinggi tiga meter. Kesaksian warga yang diselamatkan dari lantai tiga rumahnya pun memperlihatkan betapa ekstremnya situasi saat itu.
Bencana ini terjadi di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda China. Beijing bahkan mengeluarkan peringatan suhu panas tertinggi kedua pada salah satu hari terpanas tahun ini. Provinsi Hunan, yang berdekatan dengan Guizhou, juga mengalami evakuasi besar-besaran pekan lalu akibat hujan lebat. Saat ini, fokus pemerintah tertuju pada pemulihan pascabencana, rekonstruksi, dan investigasi terhadap warga yang terdampak.
