Internationalmedia.co.id – Topan Bualoi menerjang Vietnam dan Filipina, meninggalkan duka mendalam dengan puluhan korban jiwa dan ratusan ribu warga terpaksa mengungsi. Badai dahsyat ini kini mengarah ke Laos, menimbulkan kekhawatiran akan dampak lebih lanjut.
Di Filipina, topan ini menghantam pulau-pulau kecil di bagian tengah negara tersebut sejak pekan lalu. Angin kencang merobohkan pohon dan tiang listrik, memicu banjir bandang, dan memaksa lebih dari 400.000 orang meninggalkan rumah mereka. Pejabat pertahanan sipil Filipina melaporkan jumlah korban tewas melonjak menjadi 27 orang, sebagian besar akibat tenggelam atau tertimpa reruntuhan bangunan.

Vietnam juga merasakan dampak yang tak kalah parah. Topan Bualoi mendarat pada Minggu malam dengan kecepatan angin mencapai 130 kilometer per jam. Otoritas penanggulangan bencana melaporkan setidaknya 13 orang tewas dan 20 lainnya masih dalam pencarian. Lebih dari 44.200 rumah rusak, terutama di Provinsi Ha Tinh, dengan atap-atap beterbangan ditiup angin. Ratusan rumah terendam banjir, dan ribuan hektar lahan pertanian ikut tergenang, menghancurkan harapan para petani.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa badai seperti Bualoi semakin kuat akibat pemanasan global yang dipicu oleh perubahan iklim. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana alam yang lebih sering dan lebih dahsyat di masa depan.
