Internationalmedia.co.id – News – Kekerasan kembali mencengkeram wilayah Lebanon setelah serangkaian serangan udara intensif yang dilancarkan oleh militer Israel. Insiden yang terjadi dalam satu hari ini dilaporkan telah merenggut sedikitnya 12 nyawa, menargetkan posisi kelompok militan Hizbullah di timur dan sekutunya, Hamas, di selatan negara tersebut.
Dilansir dari kantor berita AFP, serangan paling mematikan terjadi di Lembah Bekaa, Lebanon timur. Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa 10 orang tewas dan 24 lainnya luka-luka akibat gempuran tersebut, termasuk tiga anak-anak yang kini dalam perawatan medis. Hizbullah, kelompok yang didukung Iran, dalam pernyataannya menyebutkan salah satu "komandan" mereka gugur dalam serangan di wilayah Bekaa. Militer Israel mengklaim serangan itu menargetkan "pusat komando Hizbullah." Kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), sebelumnya melaporkan intensitas "serangan berat" di wilayah tersebut.

Beberapa jam sebelum insiden di Bekaa, serangan serupa juga terjadi di kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, Ain al-Helweh. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat dua korban jiwa akibat serangan pada Jumat lalu itu. Militer Israel menyatakan bahwa operasi mereka di Ain al-Helweh menargetkan "pusat komando Hamas tempat para militan beroperasi." Namun, Hamas dengan tegas mengutuk serangan tersebut, menolak tuduhan Israel dan menyatakan bahwa bangunan yang menjadi sasaran adalah milik "pasukan keamanan gabungan yang bertugas menjaga keamanan dan stabilitas di kamp," serta menyebabkan korban jiwa dari kalangan sipil.
Serangan-serangan ini memperparah ketegangan yang sudah ada, mengingat militer Israel terus melancarkan operasi reguler ke Lebanon, meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata pada November 2024 yang bertujuan menghentikan konflik berkelanjutan dengan Hizbullah. Israel secara konsisten mengklaim bahwa serangan-serangan tersebut ditujukan untuk melumpuhkan Hizbullah, meskipun terkadang juga menyasar militan Hamas. Dalam pernyataannya, militer Israel menegaskan akan "terus bertindak tegas terhadap Hamas di mana pun mereka beroperasi" dan beroperasi melawan penguatan kelompok militan Palestina tersebut di Lebanon.
Rentetan insiden ini menggarisbawahi rapuhnya situasi keamanan di perbatasan Lebanon-Israel, dengan dampak kemanusiaan yang signifikan bagi warga sipil di tengah pusaran konflik yang tak berkesudahan.

