Internationalmedia.co.id – News – Ibu kota Lebanon, Beirut, kembali menjadi saksi bisu ketegangan regional setelah rentetan serangan udara Israel menghantam pinggiran selatan kota itu dan area sekitarnya. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk seorang komandan senior Hizbullah, kelompok militan yang didukung Iran.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa serangan yang terjadi pada Rabu dan Kamis lalu ini mengakibatkan lima korban jiwa di area Jnah, Beirut selatan, dengan 21 orang lainnya terluka. Sementara itu, serangan terpisah di Khaldeh, selatan Beirut, menewaskan dua orang dan melukai tiga lainnya, di mana sebuah kendaraan menjadi sasaran utama. Sumber keamanan Lebanon juga melaporkan empat mobil yang diparkir ikut terkena dampak serangan di Jnah.

Identitas salah satu korban tewas yang paling menonjol adalah Youssef Hashem, seorang komandan senior Hizbullah. Sumber keamanan Lebanon dan internal Hizbullah yang dikutip AFP menyebutkan bahwa Hashem bertanggung jawab atas urusan militer Hizbullah di Irak. Ia dilaporkan sedang menghadiri pertemuan di dalam sebuah tenda ketika serangan Israel menghantam.
Militer Israel, dalam pernyataannya, mengklaim telah menargetkan "seorang komandan senior Hizbullah" dan anggota lainnya di area Beirut. Mereka secara spesifik menyebut Hashem sebagai komandan Hizbullah untuk front Lebanon selatan. Namun, sumber yang dekat dengan Hizbullah menegaskan kepada internationalmedia.co.id bahwa Hashem adalah "pejabat berpangkat tertinggi yang menjadi sasaran sejak awal perang." Sumber tersebut juga mengidentifikasi Mohammad Baqir al-Nablulsi, anggota Hizbullah lainnya, sebagai korban tewas dalam serangan di Jnah.
Insiden ini semakin memperkeruh situasi di Lebanon, yang telah terseret ke dalam konflik Timur Tengah menyusul serangan roket Hizbullah terhadap Israel pada 2 Maret lalu. Serangan Hizbullah tersebut diklaim sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan yang dituduhkan kepada AS-Israel. Tel Aviv kemudian membalas dengan gelombang serangan udara dan melancarkan serangan darat di area perbatasan Lebanon, memicu siklus kekerasan yang tak berkesudahan. Dengan tewasnya komandan senior ini, ketegangan antara Israel dan Hizbullah diperkirakan akan semakin meningkat, mengancam stabilitas regional yang sudah rapuh.

