Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, meminta maaf secara publik menyusul bocornya rekaman percakapan teleponnya dengan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen. Internationalmedia.co.id melaporkan, insiden ini telah memicu gelombang protes dan mengancam stabilitas pemerintahannya yang baru beberapa bulan berjalan. Permintaan maaf disampaikan Paetongtarn dalam konferensi pers yang dihadiri para panglima militer dan petinggi Pheu Thai, partai yang dipimpinnya. Ia mengakui percakapan yang bocor itu telah menimbulkan kemarahan publik. Dalam percakapan tersebut, Paetongtarn membahas sengketa perbatasan dengan Kamboja, dan menyebut seorang komandan militer Thailand sebagai "lawan". Sapaan akrabnya kepada Hun Sen sebagai "paman" juga menuai kritik tajam di media sosial. Gambar Istimewa…
Penulis: Gunawati
Gempar! Internationalmedia.co.id memberitakan aksi demonstrasi besar-besaran di Bangkok menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra. Ratusan demonstran memenuhi Government House, kantor resmi Perdana Menteri, Rabu (18/6) kemarin. Mereka geram atas kebocoran rekaman percakapan telepon Paetongtarn dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen. Isi percakapan yang bocor tersebut dinilai telah menyinggung publik dan memicu kontroversi besar. Paetongtarn disebut-sebut menyebut komandan militer di timur laut Thailand sebagai "lawan", dan memanggil Hun Sen dengan sebutan "paman". Pernyataan tersebut dianggap sebagai penghinaan dan dinilai telah merusak citra negara. Reaksi keras pun tak terelakkan. Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id Partai Bhumjaithai, mitra koalisi utama, langsung menarik…
Serangan rudal Iran yang menghantam rumah sakit di Israel memicu reaksi keras dari pemerintah Israel. Internationalmedia.co.id melaporkan, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengancam akan meminta pertanggungjawaban pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, atas serangan tersebut. Katz bahkan memerintahkan militer Israel untuk meningkatkan serangan balasan terhadap Iran. Pernyataan keras juga dilontarkan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Melalui akun media sosial X, Netanyahu mengecam serangan rudal yang menyasar Rumah Sakit Soroka di Beer Sheva dan melukai puluhan warga sipil. Ia menegaskan Iran akan membayar mahal atas tindakannya. Netanyahu menyebut serangan itu sebagai tindakan terorisme yang dilakukan oleh para diktator Iran. Gambar Istimewa…
Serangan rudal Iran yang menghantam Rumah Sakit Soroka di Beer Sheva, Israel, telah memicu kemarahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Internationalmedia.co.id melaporkan, Netanyahu melalui akun media sosial X-nya menyatakan Iran akan "membayar harga mahal" atas serangan yang terjadi Kamis (19/6) tersebut. Pernyataan keras ini menyusul serangan rudal balistik yang juga menargetkan warga sipil di pusat negara. Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Sharren Haskel, menyebut serangan tersebut disengaja dan kriminal. Ia menekankan bahwa Rumah Sakit Soroka, pusat medis utama untuk wilayah Negev, bukanlah target militer. Haskel mendesak dunia internasional untuk menyuarakan keprihatinan atas serangan yang menargetkan warga sipil ini. Gambar Istimewa :…
Internationalmedia.co.id melaporkan upaya penyelamatan besar-besaran yang dilakukan pemerintah Australia untuk mengevakuasi hampir 3.000 warganya yang terjebak di tengah konflik Iran-Israel. Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi dalam operasi ini. Serangan rudal yang terus-menerus membuat pendaratan pesawat sipil di kedua negara terlalu berisiko. Sekitar 1.500 warga Australia telah mendaftar untuk dievakuasi dari Iran, sementara lebih dari 1.200 lainnya berupaya meninggalkan Israel. Wong menjelaskan bahwa penggunaan jalur udara dinilai terlalu berbahaya. Sebagai alternatif, pemerintah Australia telah mengevakuasi sejumlah kecil warga negara mereka dari Israel melalui jalur darat. Upaya serupa direncanakan akan dilanjutkan dalam waktu 24 jam mendatang. Gambar…
