Jakarta – Sebuah kabar mengejutkan datang dari Moskow, Rusia, yang menjadi sorotan utama dunia pada Selasa (16/12/2025). Mantan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang rezimnya telah tumbang, kini dilaporkan menjalani kehidupan tenang dan mewah di ibu kota Rusia, bahkan kembali menekuni profesi lamanya sebagai dokter mata. Berita ini, yang dirangkum oleh Internationalmedia.co.id – News dari berbagai sumber global, menjadi salah satu dari lima peristiwa internasional paling menarik perhatian hari ini.
Menurut laporan media terkemuka Inggris, The Guardian, yang dikutip oleh Al-Arabiya, sumber-sumber dekat keluarga Assad mengonfirmasi bahwa sang mantan pemimpin telah kembali menjadi seorang ophthalmologist. Assad dan keluarganya telah menetap di Moskow selama lebih dari setahun terakhir, menikmati kemewahan setelah pelarian dramatis mereka dari Suriah. Assad sendiri memang memiliki latar belakang pendidikan sebagai dokter mata, setelah menjalani pelatihan di London, Inggris, sebelum akhirnya mengambil alih kepemimpinan Suriah dari ayahnya. Pelarian mereka terjadi pada dini hari 1 Desember 2024, ketika pasukan oposisi semakin gencar bergerak maju menuju Damaskus dari berbagai arah.

Namun, bukan hanya kisah Assad yang menyita perhatian publik internasional. Dinamika politik, keamanan, dan sosial di berbagai belahan dunia juga diwarnai oleh insiden tak terduga dan perkembangan penting:
Kericuhan di Parlemen Meksiko: Anggota Dewan Saling Jambak
Di Mexico City, Kongres dikejutkan oleh insiden perkelahian fisik antar anggota parlemen wanita pada Senin (15/12). Momen tak terduga ini terekam jelas oleh kamera siaran langsung, memperlihatkan adegan saling jambak rambut dan pukul di ruang sidang. Kericuhan pecah ketika anggota parlemen wanita dari Partai Aksi Nasional (PAN), kubu oposisi sayap kanan, bergerak mendekati podium utama untuk memprotes dugaan pelanggaran aturan oleh Partai Morena yang beraliran sayap kiri, yang kini memegang kendali mayoritas di parlemen Mexico City. Insiden ini dilaporkan oleh AFP.
Keponakan Thaksin Shinawatra Calonkan Diri Jadi PM Thailand
Panggung politik Thailand kembali diramaikan dengan nama besar. Yodchanan Wongsawat, keponakan mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, secara resmi dicalonkan sebagai kandidat PM dalam pemilu mendatang. Partai populis Pheu Thai, yang didirikan oleh Thaksin, mengumumkan pencalonan Yodchanan, seorang profesor teknik biomedis berusia 46 tahun, sebagai kandidat utama mereka untuk pemilu yang dijadwalkan pada 8 Februari tahun depan. Pencalonan ini, seperti dilansir AFP, kembali menyoroti pengaruh keluarga Shinawatra dalam politik Thailand.
Militer AS Serang Kapal Narkoba di Pasifik, 8 Tewas
Militer Amerika Serikat kembali melancarkan operasi di Samudra Pasifik bagian timur, menargetkan tiga kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba. Serangan pada Senin (15/12) ini menewaskan delapan orang, menambah daftar korban dalam kampanye berkelanjutan yang telah merenggut lebih dari 90 nyawa. Komando Selatan AS (US Southern Command) melalui unggahan di media sosial X menyatakan, intelijen mengonfirmasi bahwa kapal-kapal tersebut melintas di sepanjang rute perdagangan narkoba yang dikenal. Unggahan tersebut juga menyertakan rekaman video dari tiga kapal terpisah yang dihantam serangan.
Trump Tetapkan Fentanil sebagai Senjata Pemusnah Massal
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah drastis dengan menandatangani perintah eksekutif yang mengklasifikasikan fentanil sebagai senjata pemusnah massal (WMD) pada Senin (15/12). Langkah ini merupakan bagian dari kampanye pemerintahannya melawan kartel-kartel narkoba di Amerika Latin. Trump mengklaim fentanil menyebabkan 200-300 ribu kematian per tahun, sebuah angka yang ia bandingkan dengan dampak bom. Namun, klaim ini bertentangan dengan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) yang melaporkan perkiraan total sekitar 80.000 kematian akibat overdosis narkoba di negara itu pada tahun 2024, dengan sekitar 48.000 di antaranya disebabkan oleh opioid sintetis.
Berbagai peristiwa ini menggambarkan betapa dinamisnya lanskap global, dari perubahan nasib seorang mantan pemimpin hingga gejolak politik dan upaya penegakan hukum lintas negara, semuanya menjadi perhatian utama pembaca internationalmedia.co.id hari ini.
