Tel Aviv dilaporkan tengah menanti sinyal persetujuan dari Washington untuk melancarkan serangan terhadap sistem rudal balistik Iran. Internationalmedia.co.id – News mencatat, penilaian lembaga keamanan Israel mengindikasikan peningkatan kemungkinan AS akan menyerang Teheran di tengah memanasnya situasi di kawasan.
Televisi lokal Israel, KAN, pada Rabu malam waktu setempat, melaporkan bahwa Israel bersiap menghadapi kemungkinan menerima lampu hijau dari Amerika Serikat untuk menyerang sistem rudal balistik Iran. KAN menekankan skenario ini muncul di tengah fokus luas tentang apakah Presiden AS Donald Trump akan memerintahkan serangan militer terhadap Iran.

Penilaian lembaga-lembaga keamanan Israel dalam 24 jam terakhir, sebagaimana diungkap harian Israel Haaretz, menunjukkan peningkatan probabilitas serangan AS terhadap Iran. Hal ini menyusul putaran perundingan terbaru antara kedua negara yang digelar di Jenewa, Swiss, pada Selasa lalu, yang disebut-sebut menemui jalan buntu.
Haaretz melaporkan, "Menurut penilaian lembaga keamanan dan bertentangan dengan pernyataan publik Iran pada akhir perundingan Jenewa, masih ada kesenjangan signifikan yang tidak dapat dijembatani oleh AS, khususnya tuntutan agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayahnya sendiri." Mengingat negosiasi telah mencapai jalan buntu, Israel memperkirakan Trump akan menggunakan opsi militer dalam jangka waktu yang lebih singkat dari yang diantisipasi.
Laporan Haaretz juga menyebut bahwa "Di Israel, kemungkinan militer Israel mengambil peran aktif dalam memerangi Iran, tidak dikesampingkan jika terjadi serangan AS." Disebutkan pula adanya koordinasi erat antara AS dan Israel di bidang intelijen, teknologi informasi, komunikasi militer, dan pertahanan udara.
Di tengah ketidakpastian ini, media-media terkemuka AS seperti CNN dan CBS mengabarkan bahwa militer AS bisa siap melancarkan serangan terhadap Iran paling cepat pada akhir pekan ini, meskipun Presiden Trump belum mengambil keputusan final.
Gedung Putih, menurut sejumlah sumber yang dikutip CNN, telah diberi pengarahan bahwa militer dapat siap melancarkan serangan pada akhir pekan, menyusul peningkatan signifikan pengerahan aset-aset angkatan udara dan angkatan laut AS di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. Kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perang lainnya, serta kapal induk tercanggih USS Gerald R Ford, dilaporkan akan tiba di kawasan tersebut paling cepat akhir pekan ini. Aset Angkatan Udara AS yang berbasis di Inggris, termasuk pesawat pengisi bahan bakar dan jet tempur, juga telah diposisikan lebih dekat ke wilayah tersebut.
Namun, salah satu sumber memperingatkan bahwa Trump secara pribadi telah berargumen baik mendukung maupun menentang tindakan militer terhadap Iran, meminta pendapat para penasihat dan sekutunya mengenai langkah terbaik yang harus diambil. Hingga kini, belum jelas apakah Trump akan membuat keputusan pada akhir pekan. "Dia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan hal ini," kata salah satu sumber yang dikutip CNN.
Trump, yang sebelumnya pernah memerintahkan serangan terhadap Iran tahun lalu, telah berulang kali mengancam Teheran dengan tindakan militer lebih lanjut jika perundingan yang sedang berlangsung tidak mencapai kesepakatan pengganti untuk perjanjian nuklir yang ia batalkan pada tahun 2018. Situasi di Timur Tengah kini berada di titik genting, dengan semua mata tertuju pada keputusan Washington.

