Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป AS Minta Warga Tinggalkan Hormuz Ancaman Serangan Baru
Trending Indonesia

AS Minta Warga Tinggalkan Hormuz Ancaman Serangan Baru

GunawatiBy Gunawati11-03-2026 - 23.00Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
AS Minta Warga Tinggalkan Hormuz Ancaman Serangan Baru
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Amerika Serikat (AS) secara tegas meminta warga sipil untuk segera meninggalkan seluruh fasilitas pelabuhan di sepanjang Selat Hormuz. Peringatan ini datang di tengah ancang-ancang AS untuk melancarkan serangan baru di wilayah Iran, demikian dilaporkan Internationalmedia.co.id – News.

United States Central Command (CENTCOM) dalam pernyataan terbarunya mendesak para pekerja pelabuhan Iran, personel administrasi, dan awak kapal komersial untuk menjauhi kapal angkatan laut Iran serta peralatan militer. Langkah ini, seperti dikutip Al Jazeera, mengindikasikan persiapan militer AS untuk eskalasi konflik di kawasan strategis tersebut.

AS Minta Warga Tinggalkan Hormuz Ancaman Serangan Baru
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Selat Hormuz sendiri saat ini telah ditutup oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) menyusul pecahnya perang dengan AS dan Israel. Pasukan angkatan laut Iran telah bersiaga penuh di area strategis itu, dengan tujuan mencegah kapal-kapal melintas tanpa izin dari otoritas Iran.

Situasi semakin panas setelah Garda Revolusi Iran dilaporkan melepaskan serangan terhadap dua kapal yang melintas di Selat Hormuz. Salah satu kapal yang menjadi sasaran adalah kapal pengangkut barang curah "Express Rome" milik Israel yang berbendera Liberia, serta kapal kontainer "Mayuree Naree" yang berasal dari Thailand.

Menurut keterangan Garda Revolusi yang dimuat kantor berita ISNA Iran dan dilansir AFP, kedua kapal itu terkena proyektil Iran dan terpaksa berhenti setelah mengabaikan peringatan dari pasukan angkatan laut IRGC. Komandan angkatan laut Garda Revolusi, Alireza Tangsiri, bahkan menegaskan melalui unggahan di X bahwa "setiap kapal yang bermaksud untuk lewat harus mendapatkan izin dari Iran."

Insiden ini menimbulkan korban. Kementerian Transportasi Thailand, melalui laporan Reuters, mengonfirmasi bahwa 20 awak kapal "Mayuree Naree" berhasil diselamatkan setelah meninggalkan kapal dengan sekoci dan ditolong oleh angkatan laut Oman. Namun, tiga awak kapal lainnya masih dinyatakan hilang.

Ledakan yang terjadi di buritan kapal "Mayuree Naree" menyebabkan kebakaran di kompartemen mesin, tempat ketiga awak kapal yang hilang tersebut bekerja. Peristiwa ini menambah daftar panjang ketegangan di salah satu jalur pelayaran terpenting dunia, menggarisbawahi potensi bahaya yang mengancam pelayaran internasional di tengah konflik yang memanas.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Drama Pagi di Gedung Putih AS

11-03-2026 - 23.30

Mojtaba Khamenei Dikabarkan Cedera Iran Buka Suara

11-03-2026 - 23.15

Gedung Putih Geger Mobil Tabrak Barikade Pengemudi Ditahan

11-03-2026 - 21.45

Iran Tegas Demonstran Dianggap Musuh

11-03-2026 - 21.30

Kengerian Bus Swiss Mengguncang Fribourg

11-03-2026 - 21.15

Selat Hormuz Mencekam Tiga Awak Hilang

11-03-2026 - 21.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.