Internationalmedia.co.id – News – Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Irak mengeluarkan peringatan serius pada Kamis (2/4), mendesak seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan negara tersebut. Peringatan ini muncul di tengah ancaman serangan yang diperkirakan akan dilancarkan oleh kelompok-kelompok milisi pro-Iran di pusat kota Baghdad dalam satu atau dua hari ke depan.
Dalam sebuah peringatan keamanan yang disebarkan melalui platform media sosial X, Kedutaan Besar AS secara eksplisit menyebutkan bahwa "Kelompok milisi teroris Irak yang bersekutu dengan Iran mungkin berniat melancarkan serangan di pusat kota Baghdad dalam 24-48 jam ke depan." Ancaman ini tidak hanya menargetkan warga negara AS, tetapi juga meluas ke berbagai entitas terkait AS seperti bisnis, universitas, fasilitas diplomatik, infrastruktur energi, hotel, bandara, dan lokasi lain yang memiliki koneksi dengan Amerika Serikat. Bahkan, institusi Irak dan target sipil pun berisiko menjadi sasaran.

Kedutaan juga menyoroti kerentanan warga AS terhadap penculikan di Irak. Peringatan ini semakin diperkuat dengan insiden penculikan jurnalis AS, Shelly Kittleson, beberapa hari sebelumnya. Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa seorang individu yang terkait dengan kelompok Kata’ib Hizbullah, yang didukung Iran, diyakini terlibat dalam penculikan tersebut dan telah ditahan oleh otoritas Irak. Sebelumnya, Kittleson sendiri telah menerima peringatan mengenai ancaman terhadap dirinya, dan Departemen Luar Negeri AS akan terus berkoordinasi dengan FBI untuk memastikan pembebasannya secepat mungkin.
Lebih lanjut, Kedutaan Besar AS menyatakan keprihatinannya atas ketidakmampuan pemerintah Irak untuk mencegah serangan yang berasal dari atau di dalam wilayahnya sendiri. Sebuah poin penting yang ditekankan adalah kemungkinan kelompok milisi teroris yang bersekutu dengan Iran mengklaim memiliki hubungan dengan pemerintah Irak, bahkan mungkin membawa identitas yang menunjukkan status mereka sebagai pegawai pemerintah.
Mengingat risiko keamanan yang signifikan, Kedutaan Besar AS menyerukan warga negaranya untuk tidak datang ke kantor kedutaan di Baghdad atau konsulat jenderal di Erbil. Rekomendasi tegas lainnya adalah untuk tidak "pergi ke Irak untuk alasan apa pun" dan bagi mereka yang sudah berada di sana, untuk "segera meninggalkan Irak." Peringatan ini menggarisbawahi situasi keamanan yang memburuk dan potensi eskalasi konflik di wilayah tersebut.

