Internationalmedia.co.id – News – Jakarta – Situasi geopolitik global kembali menghangat dengan laporan mengejutkan dari Amerika Serikat. Pemerintah AS disebut-sebut sedang serius menimbang berbagai opsi militer terhadap Iran, khususnya jika gencatan senjata yang berlaku saat ini menemui kegagalan. Rencana awal, yang diungkap pada Jumat (24/4/2026), berfokus pada penargetan individu-individu senior yang dianggap menjadi penghalang dalam proses negosiasi.
Menurut laporan CNN, yang mengutip sumber-sumber terpercaya yang akrab dengan diskusi internal, salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah melancarkan serangan terhadap para pemimpin militer Iran tertentu. Di antara nama-nama yang menjadi sorotan adalah Ahmad Vahidi, yang saat ini menjabat sebagai Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sebuah entitas militer berpengaruh di Iran.

Selain target individu, para perencana militer AS juga tengah menyusun skenario operasional yang lebih luas. Fokusnya adalah pada kemampuan maritim Iran. CNN melaporkan bahwa rencana ini mencakup "penargetan dinamis" terhadap aset-aset di sekitar Selat Hormuz, wilayah Teluk Arab bagian selatan, dan Teluk Oman. Sasaran potensial meliputi kapal serang cepat berukuran kecil, kapal penebar ranjau, dan berbagai perangkat asimetris lain yang kerap digunakan Teheran untuk mengganggu jalur pelayaran internasional.
Di tengah ketegangan ini, beberapa berita internasional lain turut menyita perhatian pembaca internationalmedia.co.id hari ini:
AS Izinkan Iran di Piala Dunia, Tapi Ada Syarat Khusus
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa Washington tidak keberatan dengan partisipasi pemain Iran dalam ajang Piala Dunia FIFA 2026. Namun, ia menambahkan penekanan penting: para pemain Iran tidak akan diizinkan membawa serta individu-individu yang memiliki koneksi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). "Tidak ada dari AS yang melarang mereka datang," kata Rubio kepada wartawan, seperti dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya English. Piala Dunia FIFA 2026 sendiri dijadwalkan akan dimulai pada 11 Juni di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Pesan Terbaru Mojtaba Khamenei: Waspada Perang Psikologis Musuh
Dari Teheran, pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan penting terkait "perang psikologis" yang dikobarkan oleh musuh-musuh Teheran. Pesan ini datang di tengah konflik yang belum berakhir antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Seperti dilaporkan Anadolu Agency dan Press TV, Mojtaba secara spesifik membahas operasi media "musuh" yang menargetkan persatuan nasional Iran, dengan tujuan merusak moral dan keamanan publik. Ia mendesak kewaspadaan tinggi terhadap upaya semacam itu.
Rusia Peringatkan Eropa: Jangan Tampung Pesawat Pengebom Nuklir Prancis!
Pemerintah Rusia mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara Eropa. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Grushko, menyatakan bahwa negara mana pun di Eropa yang menerima penempatan pesawat pengebom strategis Prancis yang mampu membawa senjata nuklir, akan secara otomatis menjadi target serangan pasukan Rusia jika terjadi konflik. Peringatan ini menyusul pengumuman Presiden Prancis Emmanuel Macron mengenai rencana untuk memperluas persenjataan nuklir negaranya, termasuk kemungkinan mengizinkan negara-negara mitra Eropa untuk menampung pesawat-pesawat tersebut. Grushko, dalam wawancara yang diterbitkan Kamis (23/4), menyebut langkah ini sebagai bagian dari "peningkatan yang tidak terkendali" potensi nuklir NATO yang menimbulkan ancaman strategis bagi Rusia, seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya.
Eks Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah di Jerman
Insiden mengejutkan menimpa mantan putra mahkota Iran, Reza Pahlavi, yang saat ini hidup dalam pengasingan. Ia disiram cairan berwarna merah saat berkunjung ke Jerman. Serangan yang terekam kamera itu terjadi ketika Pahlavi menyapa para pendukungnya yang menggelar aksi di Berlin. Momen tersebut juga diwarnai unjuk rasa oleh para penentang dirinya. Menurut laporan NDTV dan Reuters, insiden itu terjadi setelah Pahlavi menggelar konferensi pers di Gedung Bundespressekonferenz, semacam Pusat Pertemuan Pers, di Berlin pada Kamis (23/4).
