London – Internationalmedia.co.id – News melaporkan, langit Eropa mendadak ramai dengan kehadiran armada udara militer Amerika Serikat (AS) dalam skala besar belakangan ini. Pengerahan masif ini, yang terjadi setelah insiden menggemparkan di Venezuela, sontak memicu beragam spekulasi mengenai potensi operasi khusus yang sedang dipersiapkan oleh Washington di masa mendatang.
Peningkatan aktivitas militer ini tidak lepas dari rentetan peristiwa sebelumnya, termasuk insiden penangkapan Presiden Nicolas Maduro di Venezuela yang memicu ketegangan global. Situs berita pertahanan terkemuka, The War Zone, mengindikasikan bahwa pengerahan ini sangat mungkin terkait dengan dukungan operasional untuk penyitaan kapal tanker minyak berbendera Rusia, Marinera. Kapal tersebut, yang diduga melanggar sanksi AS, baru-baru ini berhasil disita di perairan Atlantik Utara setelah pengejaran dramatis dari lepas pantai Venezuela.

Laporan dari The War Zone, yang juga dikutip oleh The Independent dan Global Times pada Jumat (9/1/2026), merinci jenis pesawat yang terlibat. Di antaranya adalah jet kargo raksasa C-17 Globemaster, pesawat tempur serbu AC-130J Ghostrider, serta sebuah pesawat turboprop operasi khusus yang identitasnya masih misterius. Data pelacakan penerbangan yang dianalisis oleh UK Defence Journal menunjukkan beberapa C-17 Globemaster III mendarat di pangkalan udara Inggris, RAF Fairford, sementara dua AC-130 tiba di RAF Mildenhall. C-17 Globemaster diduga membawa helikopter dari Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 (SOAR), unit elite yang dikenal dengan sebutan ‘Nightstalkers’.
Menariknya, pengerahan ini juga bertepatan dengan kembali memanasnya ambisi Presiden Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark, sebuah gagasan yang menuai kritik tajam dari negara-negara Eropa dan sekutu NATO. Kementerian Pertahanan Inggris sendiri telah mengonfirmasi kepada The Independent bahwa mereka memberikan "dukungan operasional yang telah direncanakan sebelumnya, termasuk penempatan, kepada aset-aset militer AS" menjelang penyitaan kapal tanker Marinera. Meskipun demikian, belum ada konfirmasi apakah pesawat-pesawat yang tiba di pangkalan udara Suffolk dan Gloucestershire itu secara langsung terlibat dalam operasi penyitaan tersebut.
Mantan perwira Angkatan Darat Inggris, Ed McGuinness, melalui unggahan di media sosial X, turut menyoroti pergerakan ini. "Banyak pesawat Operasi Khusus AS telah transit di Inggris dalam beberapa hari terakhir, dalam perjalanan ke Eropa, termasuk laporan tentang pesawat yang berasal dari Resimen Udara Operasi Khusus ke-160 alias ‘Nightstalkers’ yang mendukung serangan terhadap Maduro di Venezuela… Kemungkinan aksi lainnya di Eropa?" tulis McGuinness, menggarisbawahi spekulasi yang berkembang luas. Kendati alasan pasti pengerahan ini belum sepenuhnya terungkap, peningkatan drastis aktivitas militer AS di Eropa ini jelas menandakan adanya pergeseran strategis atau persiapan untuk sebuah misi penting yang akan datang, menjaga kawasan dalam ketegangan dan antisipasi.
