Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Api Sengketa Membara: Jepang dan China Kembali Berhadap-hadapan di Laut China Timur
Trending Indonesia

Api Sengketa Membara: Jepang dan China Kembali Berhadap-hadapan di Laut China Timur

GunawatiBy Gunawati03-12-2025 - 04.15Tidak ada komentar2 Mins Read2 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Api Sengketa Membara: Jepang dan China Kembali Berhadap-hadapan di Laut China Timur
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – Ketegangan antara Jepang dan China kembali memanas akibat sengketa kepulauan di Laut China Timur. Insiden terbaru melibatkan kapal-kapal kedua negara di sekitar Kepulauan Senkaku yang menjadi sumber perselisihan abadi.

Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (2/12/2025), penjaga pantai Jepang melaporkan bahwa dua kapal patroli penjaga pantai China memasuki perairan teritorial Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku pada dini hari. Kapal-kapal tersebut kemudian meninggalkan wilayah itu beberapa jam kemudian.

Api Sengketa Membara: Jepang dan China Kembali Berhadap-hadapan di Laut China Timur
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepulauan Senkaku, yang juga dikenal sebagai Diaoyu di China, telah lama menjadi titik api yang memicu konflik antara kedua negara. Otoritas Penjaga Pantai Jepang mengecam tindakan kapal-kapal China yang berlayar menuju kapal penangkap ikan Jepang. Mereka menegaskan bahwa aktivitas tersebut melanggar hukum internasional karena mengklaim kedaulatan atas wilayah yang disengketakan.

"Aktivitas kapal-kapal penjaga pantai China yang bernavigasi di perairan teritorial Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku, sembari menegaskan klaim mereka sendiri, pada dasarnya melanggar hukum internasional," tegas Otoritas Penjaga Pantai Jepang. Mereka menambahkan bahwa beberapa kapal China lainnya masih berada di area perairan tersebut.

Namun, juru bicara Otoritas Penjaga Pantai China, Liu Dejun, memberikan pernyataan yang berbeda. Ia menuduh sebuah kapal penangkap ikan Jepang telah "memasuki perairan teritorial China secara ilegal."

"Kapal-kapal Penjaga Pantai China telah mengambil langkah-langkah pengendalian yang diperlukan dan memberikan peringatan untuk mengusirnya," ujar Liu melalui WeChat. Ia menegaskan bahwa Penjaga Pantai China akan terus melakukan aktivitas perlindungan hak dan penegakan hukum di perairan sekitar Kepulauan Diaoyu, dengan tegas menjaga kedaulatan teritorial nasional dan hak maritim.

Insiden ini terjadi setelah insiden serupa pada 16 November lalu, sekitar seminggu setelah komentar kontroversial Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer Jepang terhadap serangan China pada Taiwan. Komentar tersebut memicu kemarahan Beijing dan berdampak pada hubungan kedua negara, termasuk larangan impor makanan laut Tokyo.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Rudal Balistik Korut Gegerkan Lautan Tetangga Cemas

14-03-2026 - 18.30

Belasan Petugas Medis Jadi Korban Perang Lebanon

14-03-2026 - 18.15

Terungkap Serangan Iran di Saudi Pesawat AS Jadi Korban

14-03-2026 - 18.00

Baghdad Bergetar Kedutaan AS Diserang Misteri

14-03-2026 - 16.45

Hamas Desak Iran Jangan Target Tetangga

14-03-2026 - 16.30

10 Rudal Korut Mengguncang Kawasan Apa yang Terjadi

14-03-2026 - 16.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.