Internationalmedia.co.id melaporkan serangkaian peristiwa internasional yang mengguncang dunia. Dari ancaman perang di Timur Tengah hingga tragedi kemanusiaan di Gaza, berikut lima berita utama yang perlu Anda ketahui:
Pertama, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, mengancam akan kembali menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah. Ancaman ini merupakan respons atas serangan AS terhadap situs nuklir Iran dan serangan balasan Iran terhadap pangkalan udara Al Udeid. Khamenei menegaskan kemampuan Iran untuk menjangkau target-target penting AS di kawasan tersebut.

Kedua, tragedi kemanusiaan terjadi di Myanmar. Serangan udara junta militer menewaskan 23 warga sipil, termasuk empat anak-anak, yang berlindung di sebuah biara Buddha di wilayah Sagaing. Sebanyak 30 orang lainnya mengalami luka-luka, 10 di antaranya dalam kondisi kritis. Insiden ini menambah daftar panjang pelanggaran HAM yang dilakukan oleh junta militer Myanmar.
Ketiga, investigasi awal kecelakaan pesawat Air India Boeing 787-8 Dreamliner mengungkap fakta mengejutkan. Sakelar bahan bakar pada kedua mesin pesawat ditemukan berpindah dari posisi "RUN" ke "CUTOFF" beberapa detik setelah lepas landas, memutus pasokan bahan bakar dan menyebabkan kecelakaan yang menewaskan 260 orang. Laporan investigasi dari Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India belum menetapkan penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab.
Keempat, situasi di Gaza semakin mencekam. Hampir 800 warga Gaza tewas dalam enam minggu terakhir, sebagian besar saat mencari bantuan makanan di titik distribusi bantuan. Sepuluh warga Palestina dilaporkan tewas ditembak pada Jumat lalu. Meskipun Israel mulai melonggarkan blokade, insiden penembakan terus terjadi, menimbulkan keprihatinan akan keselamatan warga sipil.
Kelima, Presiden Lebanon Joseph Aoun menolak normalisasi hubungan dengan Israel untuk saat ini. Pernyataan ini merupakan respons terhadap pernyataan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar yang menyatakan minat negaranya untuk menormalisasi hubungan dengan Lebanon dan Suriah. Aoun menekankan perbedaan antara perdamaian dan normalisasi hubungan, mengingat pendudukan Israel di sebagian wilayah Lebanon selatan.