Internationalmedia.co.id memberitakan meningkatnya tensi di Yaman pasca tewasnya Perdana Menteri Ahmed Ghaleb Nasser Al-Rahawi dalam serangan udara yang diklaim dilakukan Israel. Serangan yang terjadi Kamis lalu (28/8) di Sanaa, ibukota Yaman yang dikuasai kelompok Houthi, menimbulkan reaksi keras dari pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi.
Dalam pidato yang disiarkan Al-Masirah TV, Senin (1/9), al-Houthi bersumpah akan meningkatkan serangan terhadap Israel. Ia menegaskan serangan balasan akan terus dilakukan menggunakan rudal dan drone sebagai bentuk pembalasan atas kematian PM mereka dan pejabat lainnya. Al-Houthi menekankan bahwa serangan Israel tidak akan melemahkan semangat juang kelompoknya.

Serangan Houthi terhadap Israel telah berlangsung sejak perang Gaza meletus Oktober 2023. Mereka mengklaim aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Sebagai respons, Israel melancarkan serangan balasan ke sejumlah target Houthi di Yaman.
Situasi semakin memanas setelah otoritas Houthi menangkap puluhan warga Sanaa dan beberapa daerah lainnya yang dicurigai bekerja sama dengan Israel. Al-Houthi bahkan memperingatkan akan ada "keberhasilan tambahan" dalam beberapa hari mendatang untuk menggagalkan upaya Israel. Pernyataan ini mengindikasikan potensi peningkatan eskalasi konflik di kawasan tersebut. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi ini.

