Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Aksi Massa di Bolivia: Morales Kembali?
Trending Indonesia

Aksi Massa di Bolivia: Morales Kembali?

GunawatiBy Gunawati04-06-2025 - 15.00Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Aksi Massa di Bolivia:  Morales Kembali?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan bentrokan antara polisi dan pendukung mantan Presiden Evo Morales di Bolivia telah menyebabkan sedikitnya 10 polisi terluka. Insiden ini terjadi di tengah tuntutan agar Morales diizinkan maju sebagai calon presiden untuk periode keempat dalam pemilu Agustus mendatang.

Bentrokan yang terjadi di wilayah tengah Bolivia, Senin (2/6), melibatkan massa yang memblokir jalan raya sebagai bentuk protes atas diskualifikasi Morales. Wakil Menteri Keamanan Warga, Carola Arraya, mengungkapkan enam polisi terluka akibat ledakan dinamit di Desa Bombeo, basis utama Morales di Cochabamba.

Aksi Massa di Bolivia:  Morales Kembali?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Omar Ramirez, pemimpin gerakan Evo Pueblo, mengakui adanya korban luka di pihak pendukung Morales, namun tidak merinci jumlahnya. Gerakan ini didirikan Morales setelah ia keluar dari partai berkuasa awal tahun ini. Ramirez menyebut krisis ekonomi yang melanda Bolivia sebagai pemicu utama protes, mengesampingkan pertikaian pemilu.

Kekurangan dolar dan bahan bakar telah membuat harga kebutuhan pokok melambung, memicu demonstrasi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir. Sopir bus dan pedagang juga berencana melakukan aksi protes pekan ini.

Presiden Luis Arce, melalui media sosial X, menyebut motif sebenarnya protes adalah upaya Morales untuk kembali ke politik, yang dianggapnya inkonstitusional. Arce menuduh Morales berencana untuk memblokir kota-kota dan menghalangi distribusi makanan, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

Morales, yang menjabat tiga periode sebagai presiden (2006-2019), dipaksa mundur setelah pemilu yang diwarnai tuduhan kecurangan. Meskipun dilarang oleh Mahkamah Konstitusi untuk mencalonkan diri lagi dan menghadapi dakwaan perdagangan manusia, Morales tetap berupaya maju sebagai capres. Situasi di Bolivia memanas, dengan masa depan politik Morales masih menjadi pertanyaan besar.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Pesan Misterius Larijani Usai Klaim Israel

17-03-2026 - 23.00

Misteri Serangan Udara Kabul

17-03-2026 - 21.45

Selat Hormuz Dibuka Iran Ini Syaratnya

17-03-2026 - 21.30

Misteri Selat Hormuz Terkuak Iran Buka Pintu Bagi Mereka Ini

17-03-2026 - 21.15

Pemimpin Iran Dikabarkan di Rusia Dubes Buka Suara

17-03-2026 - 21.00

Skala Pengungsian Tepi Barat Bikin Dunia Terkejut

17-03-2026 - 18.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.