Beijing kembali menjadi pusat perhatian diplomatik global hari ini. Presiden China Xi Jinping secara langsung menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, sebuah pertemuan yang disorot luas oleh Internationalmedia.co.id – News. Kunjungan ini menandai kelanjutan serangkaian pertemuan penting Xi Jinping dengan para pemimpin dunia di tengah gejolak geopolitik.
Agenda utama pertemuan tersebut mencakup diskusi mendalam mengenai konflik yang berkecamuk di Timur Tengah dan situasi di Ukraina, serta upaya penguatan kerja sama bilateral antara kedua negara. Kunjungan Lavrov ini, yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, menambah daftar panjang pertemuan penting Xi Jinping dalam pekan ini. Sebelumnya, Xi telah menyambut sejumlah pemimpin dunia lainnya, termasuk Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al Nahyan, dan pemimpin Vietnam To Lam, yang semuanya memiliki kepentingan langsung atau tidak langsung terhadap gejolak global.

Pertemuan antara Lavrov dan Xi Jinping di Balai Besar Rakyat Beijing ini berlangsung sehari setelah Lavrov melontarkan kritik tajam terhadap upaya-upaya yang ia sebut bertujuan untuk ‘membendung’ Rusia dan China. Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, Lavrov secara tersirat menyindir Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Ia menuduh mereka berupaya "membongkar kerja sama regional dengan menciptakan struktur berbasis blok berformat kecil yang bertujuan untuk membendung Republik Rakyat Tiongkok dan Federasi Rusia," seperti dikutip dari kantor berita negara Rusia RIA Novosti.
Hubungan antara China dan Rusia memang telah lama terjalin erat, baik secara ekonomi maupun politik. Kemitraan strategis ini semakin menguat secara signifikan sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, menjadikan kedua negara sebagai poros penting dalam dinamika geopolitik global saat ini.

