Internationalmedia.co.id Jakarta – Sebuah kejutan datang dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia dikabarkan telah memberikan lampu hijau kepada Korea Selatan (Korsel) untuk mewujudkan ambisi mereka membangun kapal selam bertenaga nuklir. Persetujuan ini muncul sehari setelah kedua negara mengumumkan kesepakatan perdagangan yang signifikan.
Pertemuan antara Trump dan Presiden Korsel, Lee Jae Myung, di Gyeongju, Korsel, menjadi momentum penting. Kota ini menjadi lokasi pertemuan puncak forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Ajudan Presiden Lee mengungkapkan bahwa kesepakatan luas telah dicapai, mencakup investasi dan pembuatan kapal. Trump pun mengonfirmasi bahwa kesepakatan tersebut hampir rampung.

"Saya telah memberi mereka persetujuan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir, alih-alih kapal selam bertenaga diesel yang kuno dan jauh kurang lincah seperti yang mereka miliki sekarang," ujar Trump melalui Truth Social. Ia menambahkan bahwa pembangunan kapal selam nuklir Korsel akan dilakukan di Galangan Kapal Philadelphia, AS, menandakan kebangkitan industri pembuatan kapal di Negeri Paman Sam.
Presiden Lee sebelumnya telah meminta Trump untuk memberikan izin terkait pasokan bahan bakar untuk kapal selam nuklir tersebut. Lee menekankan bahwa Korsel tidak berniat membangun kapal selam bersenjata nuklir. Kapal selam diesel dinilai memiliki daya tahan terendam yang lebih rendah, sehingga membatasi kemampuan Korsel dalam melacak kapal selam Korea Utara atau Tiongkok.
Di tengah ketegangan yang masih tinggi dengan Korea Utara, keputusan ini tentu menjadi sorotan. Meskipun demikian, Trump menyatakan bahwa ia tidak dapat mengatur pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, selama kunjungannya ke Korea Selatan, mengakhiri spekulasi tentang kemungkinan pertemuan puncak setelah bertahun-tahun kebuntuan diplomatik.
