Venezuela Tuduh CIA Rencanakan Provokasi Perang di Karibia, Benarkah?
Pemerintah Venezuela melontarkan tuduhan serius terhadap Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA). Mereka mengklaim telah menggagalkan operasi yang dirancang CIA untuk memicu konflik di kawasan Karibia. Menurut Caracas, operasi tersebut melibatkan kelompok yang didanai CIA yang berencana melakukan serangan "bendera palsu" terhadap kapal perang AS, dengan tujuan menyalahkan Venezuela dan meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Trump Beri Kode Ingin 3 Periode? Konstitusi AS Bisa Diubah?
Presiden AS Donald Trump kembali memicu spekulasi mengenai ambisinya untuk tetap berkuasa. Penolakannya untuk mengesampingkan kemungkinan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah ia akan mencoba mengubah Konstitusi AS yang membatasi masa jabatan presiden menjadi dua periode. Gurauan dan slogan "Trump 2028" semakin memperkuat dugaan tersebut.
Kunjungan PM Jepang ke Makam Tentara Picu Kemarahan di Malaysia, Ada Apa?
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menuai kecaman keras setelah mengunjungi pemakaman tentara Jepang di Kuala Lumpur, Malaysia. Kunjungan tersebut dianggap sangat menyinggung oleh publik Malaysia, mengingat sejarah kelam Perang Dunia II. Takaichi, yang merupakan PM wanita pertama Jepang, menyempatkan diri memberikan penghormatan kepada tentara Jepang yang gugur.
Israel Tegas Tolak Pasukan Turki di Gaza, Ada Apa dengan Rencana Perdamaian AS?
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyatakan penolakan keras terhadap kehadiran pasukan bersenjata Turki di Jalur Gaza. Penolakan ini terkait dengan rencana perdamaian yang diusulkan oleh Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut. Meskipun rencana tersebut mencakup kehadiran pasukan internasional, Israel bersikeras menolak keterlibatan Turki.
AS Unjuk Gigi, 2 Pengebom Kembali Terbang di Dekat Venezuela, Apa Tujuannya?
Dua pesawat pengebom B-1B milik Amerika Serikat kembali terlihat di atas Laut Karibia, di lepas pantai Venezuela. Ini merupakan aksi unjuk kekuatan yang ketiga kalinya dalam beberapa pekan terakhir. Penerbangan pesawat pengebom supersonik jarak jauh ini terjadi di tengah operasi militer AS terhadap dugaan pengedar narkoba, yang memicu kekhawatiran di Venezuela bahwa Washington sedang mengincar perubahan rezim.
