Internationalmedia.co.id, Jakarta – Jepang kini menghadapi situasi darurat akibat meningkatnya serangan beruang yang mematikan. Pemerintah daerah setempat sampai meminta bantuan militer untuk mengatasi ancaman ini.
Serangan beruang di Jepang tahun ini mencetak rekor yang mengkhawatirkan. Seorang pejabat pemerintah mengungkapkan bahwa sudah 10 orang tewas akibat serangan beruang sepanjang tahun ini. Jumlah ini melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2024, yaitu enam korban jiwa.

Fenomena ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk penurunan populasi manusia di daerah pedesaan dan perubahan iklim yang memaksa beruang mencari makan di wilayah perkotaan. Gubernur prefektur Akita, Kenta Suzuki, bahkan menyatakan bahwa "nyawa warga kami tidak dapat dilindungi tanpa bantuan Self-Defense Forces (militer)." Ia menambahkan bahwa serangan sering kali menargetkan leher dan wajah, menciptakan situasi yang sangat mengerikan.
Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, merespons dengan menjanjikan pemanfaatan penuh kemampuan dan wewenang pemerintah untuk memulihkan keamanan. Kementerian Lingkungan Hidup juga mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 10 orang, belum termasuk kasus terbaru di mana seorang wanita ditemukan tewas di dekat sawah di Akita dan seorang pria serta anjingnya ditemukan tewas di Iwate dengan tanda-tanda serangan beruang.
Beruang-beruang ini semakin berani, menyerang wisatawan, memasuki toko, dan muncul di dekat sekolah serta taman, terutama di wilayah utara Jepang. Jepang memiliki dua jenis beruang, yaitu beruang hitam Asia dan beruang cokelat yang lebih besar. Dua pekan lalu, seorang kakek juga dilaporkan tewas diserang beruang saat memetik jamur di hutan Iwate. Pihak kepolisian menduga kuat serangan tersebut berdasarkan bekas cakaran yang ditemukan pada tubuh korban.
