Internationalmedia.co.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan peringatan keras terkait kondisi di Gaza. Upaya pemulihan dari bencana kelaparan yang melanda wilayah tersebut diperkirakan akan memakan waktu yang tidak singkat. PBB mendesak pembukaan seluruh jalur penyeberangan sebagai kunci utama untuk memastikan pasokan makanan dapat menjangkau seluruh masyarakat Gaza yang membutuhkan.
Program Pangan Dunia (WFP) PBB telah bergerak cepat dengan mengirimkan hampir 3.000 ton bantuan makanan ke wilayah Palestina yang hancur akibat konflik. "Butuh waktu untuk mengurangi bencana kelaparan," tegas juru bicara WFP, Abeer Etefa, dalam konferensi pers di Jenewa.

Etefa menjelaskan bahwa gencatan senjata telah membuka sedikit harapan. WFP bergerak cepat untuk meningkatkan bantuan pangan dan menjangkau keluarga-keluarga yang selama berbulan-bulan terisolasi akibat blokade, pengungsian, dan kelaparan.
Saat ini, WFP mengoperasikan lima titik distribusi makanan di Jalur Gaza, yang sebagian besar berlokasi di wilayah selatan. Rencananya, WFP akan memperluas jaringan distribusi hingga mencapai 145 titik.
Dalam beberapa hari terakhir, WFP telah memanfaatkan penyeberangan Kerem Shalom dan Kissufim. Tercatat, sejak Sabtu (11/10) hingga Rabu (15/10), sekitar 230 truk dengan total 2.800 ton pasokan makanan telah berhasil masuk ke Gaza.
Etefa menambahkan bahwa 57 truk tambahan yang membawa tepung terigu dan pasokan nutrisi telah menyeberang pada hari Kamis (16/10) dan tiba di gudang WFP dalam kondisi baik. Bantuan tersebut siap untuk segera didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.
"Kami masih kekurangan, tetapi kami sedang menuju ke sana," pungkasnya. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat meringankan penderitaan masyarakat Gaza dan mencegah terjadinya krisis kelaparan yang lebih parah.
