Internationalmedia.co.id – Perdana Menteri (PM) Prancis, Sebastien Lecornu, secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin (6/10) waktu setempat. Pengunduran diri ini terjadi kurang dari sebulan setelah ia ditunjuk sebagai pemimpin pemerintahan Prancis. Kantor kepresidenan Prancis, Elysee Palace, mengumumkan bahwa Presiden Emmanuel Macron telah menerima pengunduran diri Lecornu pada Senin pagi.
Keputusan Lecornu untuk mengundurkan diri menjadikannya PM dengan masa jabatan terpendek dalam sejarah modern Prancis. Ia mengajukan pengunduran dirinya setelah hampir empat minggu ditunjuk oleh Macron untuk menggantikan pendahulunya.

Mundurnya Lecornu dikhawatirkan akan kembali membawa Prancis ke dalam ketidakpastian politik. Dua pendahulu Lecornu, Francois Bayrou dan Michel Barnier, sebelumnya juga lengser akibat kebuntuan dalam pembahasan penghematan anggaran di parlemen yang terpecah belah. Kebijakan penghematan tersebut bertujuan untuk mengurangi defisit anggaran negara.
Pada Minggu (5/10) malam, Lecornu sempat mengumumkan susunan kabinetnya, yang sebagian besar terdiri dari menteri-menteri yang sama dengan kabinet Bayrou. Kabinet baru ini diumumkan di tengah upaya Lecornu untuk mendapatkan dukungan lintas partai di parlemen.
Namun, kabinet baru Lecornu justru menuai kritik dan keraguan dari berbagai kalangan politik, termasuk anggota partai-partai dalam koalisi pemerintahan. Banyak pihak menilai kabinet tersebut kurang membawa perubahan yang signifikan.
Lecornu, yang baru berusia 39 tahun, ditunjuk oleh Macron untuk menggantikan Bayrou pada awal September lalu. Ia menjadi PM ke-7 selama masa pemerintahan Macron, dan PM ke-5 Prancis dalam dua tahun terakhir.
Prancis sendiri tengah menghadapi krisis politik yang semakin dalam sejak Macron mengumumkan pemilu mendadak pada musim panas lalu. Langkah tersebut justru menghasilkan parlemen yang terpecah menjadi tiga blok yang saling bersaing.
