Internationalmedia.co.id – Kelompok Hamas melayangkan tuduhan serius kepada Israel atas tindakan yang disebut sebagai "kejahatan pembajakan" terhadap kapal-kapal Global Sumud Flotilla. Armada kapal ini, yang membawa bantuan kemanusiaan dan aktivis dari berbagai negara, termasuk aktivis lingkungan Greta Thunberg, dicegat saat mendekati Jalur Gaza.
Hamas mengecam keras tindakan Israel, menyebutnya sebagai "terorisme maritim terhadap warga sipil" dan menyerukan kecaman internasional. Armada Global Sumud Flotilla, yang terdiri dari sekitar 45 kapal, berangkat dari Spanyol dengan tujuan menembus blokade Israel atas Jalur Gaza, wilayah yang menurut PBB sedang menghadapi krisis kelaparan.

Menurut laporan Global Sumud Flotilla, beberapa kapal seperti Alma, Sirius, dan Adara "dicegat dan dinaiki secara ilegal oleh pasukan pendudukan Israel di perairan internasional". Rina Hassan, anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina yang ikut dalam misi tersebut, menyatakan bahwa "ratusan orang telah ditangkap secara ilegal dan ditahan secara sewenang-wenang oleh Israel".
Tindakan Israel ini menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Turki menuduh Israel melakukan "aksi terorisme" yang membahayakan nyawa warga sipil tidak bersalah. Presiden Kolombia, Gustavo Petro, bahkan mengusir semua diplomat Israel sebagai bentuk protes.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel mengklaim bahwa pasukannya "secara aman" mencegat kapal-kapal tersebut dan memindahkan para penumpangnya ke sebuah pelabuhan di Israel. Global Sumud Flotilla menyatakan bahwa "sebanyak 30 kapal masih berlayar dengan teguh menuju Gaza", dan kini hanya berjarak 46 mil laut dari pesisir wilayah Palestina. Juru bicara Global Sumud Flotilla, Saif Abukeshek, menegaskan bahwa "Misi kami terus berlanjut," meskipun 13 kapal telah dicegat.
