Internationalmedia.co.id melaporkan, Italia menambah satu kapal perang lagi untuk mengawal armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Langkah ini diambil setelah armada tersebut, yang terdiri dari sekitar 50 kapal sipil, diserang drone di perairan internasional. Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, mengumumkan pengiriman kapal kedua ini pada Kamis (25/9/2025) di parlemen. Ia menegaskan kesiapan Italia menghadapi segala kemungkinan.
Sebelumnya, satu kapal perang Italia telah dikirim pada Rabu (24/9) setelah Global Sumud Flotilla (GSF) melaporkan serangan drone yang menjatuhkan granat kejut dan bubuk gatal sekitar 56 kilometer dari Pulau Gavdos, Yunani. GSF menuding Israel sebagai pelaku serangan, namun Kementerian Luar Negeri Israel belum memberikan tanggapan resmi. Israel tetap mendesak armada tersebut untuk menurunkan bantuan di pelabuhan Israel agar dapat disalurkan ke Gaza, atau menghadapi konsekuensi.

Spanyol juga turut serta dalam upaya perlindungan armada bantuan ini. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengumumkan pengiriman kapal perang dari Cartagena pada Kamis (25/9/2025). Ia menekankan pentingnya menghormati hukum internasional dan memastikan keselamatan warga negaranya yang berlayar di Mediterania. Armada bantuan tersebut, yang membawa aktivis dari 45 negara termasuk Greta Thunberg, bertujuan mengirimkan bantuan makanan kepada penduduk Gaza. Situasi di perairan internasional tersebut memanas, dengan Italia dan Spanyol menunjukkan komitmen untuk melindungi armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
