Internationalmedia.co.id melaporkan peristiwa mengerikan yang terjadi di pantai Libya Timur. Sebuah perahu karet yang membawa pengungsi Sudan terbakar, menewaskan sedikitnya 50 orang. Insiden nahas ini terjadi Minggu (14/9) lalu, saat perahu tersebut tengah dalam perjalanan menuju Yunani. Informasi ini dihimpun dari pernyataan juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) yang dilansir AFP, Rabu (17/9).
Perahu yang membawa 75 pengungsi Sudan itu mengalami kebakaran di lepas pantai Tobruk. IOM menyebutkan bahwa 24 korban selamat mendapatkan perawatan medis darurat. Sayangnya, rincian usia dan jenis kelamin para korban jiwa belum diungkapkan oleh IOM. Belum ada konfirmasi resmi pula mengenai kemungkinan adanya korban hilang selain 50 yang telah meninggal.

Libya, sebagai negara transit utama bagi para migran yang berupaya mencapai Eropa lewat jalur laut, kembali menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan. Data IOM menunjukkan, sejak awal tahun hingga 13 September, tercatat 456 kematian dan 420 orang hilang di jalur Mediterania tengah. Lebih dari itu, otoritas Libya telah memulangkan 17.420 migran, termasuk anak-anak dan perempuan, ke Libya sepanjang tahun ini.
Konflik bersenjata di Sudan yang telah berlangsung dua tahun terakhir, semakin memperparah krisis pengungsi. Lebih dari 140.000 pengungsi Sudan kini berada di Libya, hampir dua kali lipat jumlah sebelumnya. Tragedi kebakaran perahu ini menjadi sorotan tajam atas kondisi berbahaya yang dihadapi para pengungsi dalam perjalanan mereka menuju Eropa.

