Internationalmedia.co.id memberitakan pembangunan tempat perlindungan bom secara besar-besaran di seluruh Turki. Proyek ambisius ini mendapat restu langsung dari Presiden Recep Tayyip Erdogan pasca perang kilat Iran-Israel pada Juni lalu. Informasi ini didapat dari sumber internal yang memahami rencana tersebut, seperti yang dilansir oleh Middle East Eye.
Pembangunan tempat perlindungan bom ini menjangkau seluruh 81 provinsi di Turki. Sumber tersebut mengungkapkan persetujuan Erdogan diberikan dalam rapat kabinet bulan Juni. Perang singkat namun dahsyat antara Iran dan Israel, yang melibatkan serangan udara dan rudal, menjadi pemicu utama keputusan ini.

Badan Pengembangan Perumahan Turki (TOKI) ditunjuk sebagai pelaksana proyek. Langkah ini menyusul laporan Akademi Intelijen Nasional Turki yang merekomendasikan pembangunan sistem peringatan dini dan tempat perlindungan komprehensif. Laporan tersebut juga menyarankan pemanfaatan stasiun metro bawah tanah di kota-kota besar sebagai tempat perlindungan dan langkah-langkah untuk meminimalisir korban sipil jika terjadi konflik.
Inspirasi pembangunan ini, menurut Middle East Eye, berasal dari pengamatan infrastruktur tempat perlindungan bom di Israel yang sangat memadai. NTV, stasiun televisi terkemuka Turki, melaporkan bahwa tujuan proyek ini adalah menciptakan area aman bagi warga sipil dari potensi perang atau bencana, termasuk ancaman nuklir. NTV juga menyoroti kekurangan infrastruktur perlindungan yang memadai di Turki, dan fasilitas yang ada tidak memenuhi standar. Kementerian Urbanisasi Turki, menurut NTV, telah mempelajari contoh internasional seperti Jepang dan Swiss. Pembangunan telah dimulai di beberapa kota, termasuk Ankara.
Meskipun regulasi perlindungan bom telah ada sejak 1987, banyak yang diabaikan. Banyak tempat perlindungan yang seharusnya ada malah digunakan sebagai tempat parkir atau gudang. Proyek besar-besaran ini menimbulkan pertanyaan: apakah Turki sedang mempersiapkan diri untuk konflik berskala besar?
