Internationalmedia.co.id melaporkan pernyataan mengejutkan dari Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir. Zamir menegaskan komitmen negaranya untuk melanjutkan operasi militer di Gaza hingga Hamas mengalami kekalahan telak. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan lapangan ke wilayah Palestina, seperti dilansir AFP pada Senin (18/8/2025).
Zamir secara gamblang menyatakan persetujuan rencana fase selanjutnya dari Operasi ‘Kereta Perang Gideon’, yang akan difokuskan pada Kota Gaza. "Kami akan mempertahankan momentum, menyerang terus menerus sampai Hamas kalah telak," tegasnya. Dia menambahkan bahwa pembebasan sandera tetap menjadi prioritas utama Israel.

Operasi ‘Kereta Perang Gideon’, yang dimulai pertengahan Mei, telah menuai kecaman dari Hamas. Kelompok militan Palestina itu memperingatkan bahwa rencana Israel akan memicu gelombang pemusnahan dan pengungsian massal, bahkan menyebutnya sebagai kejahatan perang yang melanggar hukum internasional dan humaniter.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya telah memaparkan rencana fase baru operasi ini kepada kabinet keamanannya. Tujuannya, menurut Israel, adalah untuk menguasai Kota Gaza dan kamp-kamp pengungsi di sekitarnya guna melumpuhkan Hamas dan membebaskan sandera yang disandera sejak serangan 7 Oktober 2023 lalu, yang memicu perang selama 22 bulan.
Meskipun demikian, Zamir mengklaim serangan Israel telah mencapai tujuannya, melemahkan kemampuan Hamas secara signifikan. Ia menyebut militer Israel telah memberikan pukulan telak kepada kelompok militan tersebut. Namun, ia juga menekankan bahwa operasi ini bukan sekadar serangan sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang terencana. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang eskalasi konflik dan masa depan Gaza.

