Insiden memilukan terjadi di California, Amerika Serikat. Internationalmedia.co.id melaporkan, seorang pria tewas setelah tertabrak mobil saat berusaha melarikan diri dari penggerebekan agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Monrovia, dekat Los Angeles, Kamis (14/8) waktu setempat.
Peristiwa bermula ketika agen ICE melakukan razia di sebuah toko Home Depot. Menurut Manajer Kota Monrovia, Dylan Feik, seorang pria melarikan diri dari lokasi razia dan berlari menuju jalan raya yang ramai saat jam sibuk. Pria tersebut, yang identitasnya belum diungkap, kemudian tertabrak sebuah mobil.

Juru bicara Patroli Jalan Raya California (CHP) menyatakan pria berusia 40 tahun itu dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia beberapa jam kemudian akibat luka-lukanya. Baik CHP maupun pemerintah kota belum memberikan informasi lebih detail mengenai identitas korban. Pihak ICE sendiri juga belum memberikan keterangan resmi terkait razia tersebut dan kematian pria tersebut.
Feik menambahkan, pemerintah kota belum menerima informasi apapun dari ICE terkait insiden ini. Razia yang dilakukan ICE di area Los Angeles dan sekitarnya, khususnya di toko-toko perangkat keras, tempat cuci mobil, dan bisnis lainnya yang kerap menjadi tempat berkumpulnya pekerja tanpa dokumen resmi, telah memicu kontroversi dan protes dari warga.
Aksi protes, bahkan beberapa di antaranya berujung kekerasan, terjadi di Los Angeles. Hal ini membuat pemerintah federal mengerahkan pasukan besar, meskipun aparat penegak hukum lokal menyatakan mampu menangani situasi. Pada Juli lalu, pengadilan federal AS bahkan memerintahkan penghentian patroli ICE di beberapa wilayah California, menyusul gugatan dari kelompok HAM yang menilai razia tersebut bersifat diskriminatif. Kasus ini menjadi sorotan tajam atas kebijakan imigrasi di AS.

