Internationalmedia.co.id memberitakan sebuah kisah tak terduga dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Ia ternyata sampai menyewa jasa detektif swasta untuk menyelidiki tuduhan mengejutkan yang ditujukan kepada istrinya, Brigitte. Tuduhan tersebut menyebutkan bahwa Brigitte dulunya seorang pria.
Isu ini bermula setelah video viral yang memperlihatkan Brigitte mendorong wajah Macron saat mereka turun dari pesawat di Vietnam. Dari situlah muncul berbagai spekulasi liar, termasuk isu yang menyebut Brigitte terlahir sebagai laki-laki. Meskipun Macron telah memberikan klarifikasi mengenai insiden tersebut, namun isu ini tetap beredar luas.

Langkah tak biasa yang diambil Macron adalah dengan menyewa investigasi swasta untuk menyelidiki Candace Owens, seorang influencer Amerika Serikat yang menjadi asal mula penyebaran tuduhan tersebut. Investigasi yang dilakukan oleh firma hukum Nardello & Co, menurut laporan Financial Times, berhasil mengungkap detail hubungan Owens dengan tokoh-tokoh sayap kanan di Prancis, serta keterkaitannya dengan figur populis sayap kanan di Amerika Serikat dan Inggris, bahkan interaksi online dengan seorang nasionalis Rusia.
Informasi ini didapat sebelum Macron dan istrinya mengajukan gugatan hukum terhadap Owens bulan lalu atas tuduhan pencemaran nama baik. Gugatan tersebut diajukan ke pengadilan tinggi Delaware, AS, atas serangkaian podcast Owens yang berjudul "Becoming Brigitte," yang menuduh Brigitte terlahir sebagai laki-laki dengan nama Jean-Michel Trogneux.
Keputusan Macron untuk menyewa detektif swasta ini menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi tuduhan tersebut. Langkah ini terbilang langka, mengingat seorang pemimpin dunia yang masih aktif menjabat, melakukan gugatan hukum terhadap seorang influencer online. Salah satu pengacara Macron, Tom Clare, menjelaskan bahwa gugatan tersebut juga didorong oleh keinginan untuk memahami motif di balik tuduhan yang dilontarkan Owens. Macron dan istrinya bahkan siap hadir langsung di persidangan di Delaware.
