Berita mengejutkan datang dari Korea Selatan. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa Kim Keon Hee, mantan Ibu Negara Korsel, telah menjalani interogasi intensif oleh jaksa pada Rabu (6/8) waktu setempat. Istri mantan Presiden Yoon Suk Yeol ini menghadapi ancaman penangkapan atas berbagai tuduhan serius, mulai dari manipulasi saham hingga penerimaan suap.
Interogasi tersebut berlangsung di tengah situasi politik Korsel yang masih bergejolak pasca pemakzulan dan pemberhentian Yoon terkait penetapan darurat militer pada Desember lalu. Jaksa dikabarkan akan segera mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Kim setelah pemeriksaan selesai. Jika disetujui, ini akan menjadi peristiwa bersejarah di Korsel; pertama kalinya mantan Presiden dan mantan Ibu Negara ditangkap bersamaan.

Kim dituduh melakukan konspirasi dengan sejumlah trader untuk memanipulasi harga saham sebuah perusahaan antara tahun 2009 dan 2012. Ia juga diduga menerima hadiah mewah, termasuk tas tangan bermerek senilai US$ 2.200, yang melanggar undang-undang antikorupsi. Sebelum menjalani pemeriksaan, Kim menyampaikan permohonan maaf publik atas masalah yang ditimbulkannya.
Kehadiran Kim di kantor kejaksaan menarik perhatian besar media lokal dan internasional. Para jurnalis membuntuti mobilnya, sementara pendukung Kim dan Yoon berkumpul di luar kantor kejaksaan, membawa bendera nasional dan poster yang menyerukan keadilan. Nasib Kim Keon Hee kini berada di tangan jaksa, dan publik menantikan perkembangan selanjutnya dari kasus yang mengguncang Korsel ini.

