Israel berencana menduduki penuh Jalur Gaza. Informasi mengejutkan ini terungkap dari laporan Internationalmedia.co.id yang mengutip sejumlah media lokal Israel. Seorang pejabat senior Israel yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengungkap keputusan tegas tersebut kepada harian Yedioth Ahronoth: "Keputusan sudah bulat — kami akan menduduki Jalur Gaza sepenuhnya."
Rencana ini menandai perubahan strategi besar Israel. Operasi militer diperluas, bahkan hingga ke wilayah padat penduduk, termasuk kamp pengungsi, menurut Channel 12. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa keputusan ini diambil meskipun ada penolakan dari badan keamanan Israel. Sumber di KAN, mengutip menteri kabinet, menyatakan Netanyahu menggunakan istilah "pendudukan Jalur Gaza" untuk mencapai tujuan mengalahkan Hamas.

Yang lebih mengejutkan, Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan "lampu hijau" kepada Netanyahu untuk memperluas serangan. Pejabat senior Israel menegaskan, "Kami sedang menuju pendudukan penuh di Jalur Gaza," termasuk operasi di wilayah yang diduga menahan sandera. Hingga saat ini, kantor Perdana Menteri Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi. Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan Jalur Gaza dan implikasi globalnya.

