Internationalmedia.co.id memberitakan rencana Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk melanjutkan perang di Gaza. Rencana ini akan dibahas dalam rapat kabinet yang digelar pekan ini. Netanyahu sendiri telah menegaskan tiga tujuan utamanya: menghancurkan musuh, membebaskan sandera, dan memastikan Gaza tak lagi menjadi ancaman bagi Israel. Pernyataan ini disampaikan saat membuka rapat pemerintah, seperti dilansir AFP, Senin (4/8/2025).
Namun, rencana tersebut mendapat penolakan keras dari ratusan mantan pejabat keamanan Israel. Sebanyak 550 pensiunan pejabat, termasuk mantan kepala Mossad dan Shin Bet, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Mereka mendesak Trump untuk menekan Netanyahu agar mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama dua bulan ini.

Dalam surat tersebut, para mantan pejabat keamanan Israel menilai Hamas bukan lagi ancaman strategis bagi negara mereka. Mereka berpendapat bahwa tujuan militer Israel telah tercapai dan perang ini tak lagi dibenarkan. "Perang ini awalnya perang yang adil, defensif, tetapi kita telah mencapai semua tujuan militer, perang ini bukan lagi perang yang adil," ungkap mantan direktur dinas keamanan Shin Bet, Ami Ayalon, dalam pernyataan video. Ayalon menambahkan bahwa perang yang berkepanjangan telah merugikan keamanan dan identitas Israel.
Para penandatangan surat terbuka juga menyoroti bahwa pembebasan sandera, tujuan utama yang tersisa, lebih baik dicapai melalui negosiasi, bukan kekerasan. Mereka percaya Trump memiliki pengaruh yang cukup untuk mendorong Netanyahu menuju gencatan senjata dan memaksa terbentuknya koalisi regional yang mendukung Otoritas Palestina untuk mengelola Gaza, menggantikan Hamas. Setelah gencatan senjata tercapai, baru kemudian upaya memburu pejabat senior Hamas dapat dilakukan. Surat tersebut ditandatangani oleh tokoh-tokoh penting, termasuk tiga mantan kepala Mossad, lima mantan direktur Shin Bet, dan tiga mantan kepala staf militer Israel. Apakah tekanan ini akan berhasil menghentikan rencana Netanyahu? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.

