Informasi yang dihimpun Internationalmedia.co.id dari laporan AFP menyebutkan, kerusuhan berdarah terjadi di sebuah penjara di negara bagian Veracruz, Meksiko timur. Insiden memilukan ini mengakibatkan tujuh narapidana tewas dan sebelas lainnya mengalami luka-luka. Pernyataan resmi dari Kementerian Keamanan Negara menyebutkan, "Akibat kerusuhan tersebut, kami melaporkan kematian tragis tujuh narapidana dan 11 orang lainnya yang terluka."
Kerusuhan yang bermula pada Sabtu (2/8) lalu, tak kunjung mereda hingga malam hari. Baru pada Minggu (3/8) pagi, pasukan negara bagian Veracruz, dibantu pasukan militer, berhasil merebut kembali kendali penjara. Usai kerusuhan, tiga narapidana dipindahkan ke penjara lain di Veracruz untuk alasan keamanan.

Berdasarkan laporan media lokal, kerusuhan dipicu oleh permintaan para narapidana akan jaminan keselamatan dari ancaman kelompok kriminal kejam yang berada di dalam penjara yang sama. Kondisi penjara yang kelebihan kapasitas dan konflik antar kartel narkoba serta kelompok kejahatan terorganisir di Meksiko, menjadi latar belakang tragedi ini. Ironisnya, ini bukan peristiwa pertama. Bulan lalu, kerusuhan serupa di negara bagian Sinaloa menewaskan tiga narapidana. Insiden ini kembali menyoroti permasalahan serius sistem pertahanan dan keamanan di lembaga pemasyarakatan Meksiko.

