Israel mengambil langkah mengejutkan. Internationalmedia.co.id melaporkan, pemerintah Israel memerintahkan sebagian besar diplomatnya untuk segera meninggalkan Uni Emirat Arab (UEA). Keputusan mendadak ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.
Informasi yang dihimpun internationalmedia.co.id dari berbagai sumber menyebutkan, perintah evakuasi ini dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Israel. Alasannya? Potensi ancaman keamanan. Media lokal Israel memberitakan hal ini pada Kamis malam (31/7/2025), meskipun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Israel.

Yedioth Ahronoth, surat kabar ternama Israel, melaporkan perintah evakuasi tersebut berlaku untuk diplomat dan staf di Kedutaan Besar Israel di Abu Dhabi dan Konsulat di Dubai, termasuk keluarga mereka. "Perintah yang tidak biasa ini dikaitkan dengan kemungkinan ancaman yang kredibel," tulis Yedioth Ahronoth. Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Israel hanya memberikan pernyataan singkat, "Kami tidak mengomentari instruksi keamanan yang diberikan kepada para pegawai kami."
Langkah ini diambil menyusul Dewan Keamanan Nasional Israel yang memperketat peringatan perjalanan ke UEA bagi seluruh warga negara Israel. Peringatan tersebut secara khusus menyebut Iran dan kelompok-kelompok proksinya seperti Hamas dan Hizbullah, yang dituduh meningkatkan upaya untuk membahayakan warga Israel di mana pun. Dewan Keamanan Nasional bahkan memperingatkan potensi serangan terhadap warga Israel dan Yahudi di UEA, terutama saat hari raya Yahudi dan Shabbat.
Peningkatan jumlah warga Israel dan Yahudi di UEA sejak Abraham Accords tahun 2020, yang menandai normalisasi hubungan antara Israel dan UEA, tampaknya menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri UEA belum memberikan tanggapan resmi terkait peristiwa ini. Situasi ini tentu memancing spekulasi dan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di kawasan tersebut.

