Internationalmedia.co.id melaporkan situasi mencekam di Jalur Gaza. Program Pangan Dunia (WFP) PBB mengungkapkan fakta mengejutkan: hampir sepertiga penduduk Gaza mengalami kelaparan akut, bahkan tak makan berhari-hari. Krisis kemanusiaan ini mencapai tingkat keputusasaan yang mengkhawatirkan, demikian disampaikan WFP pada Jumat (25/7).
WFP mencatat, sekitar 470.000 warga Gaza terancam bencana kelaparan kategori terparah antara Mei dan September 2025. Harga pangan yang melambung membuat bantuan pangan menjadi satu-satunya akses makanan bagi mereka. "Banyak orang meninggal karena kekurangan bantuan," tegas pernyataan WFP. Lebih dari 90.000 perempuan dan anak-anak mengalami malnutrisi akut dan membutuhkan perawatan segera.

Situasi ini memicu kecaman internasional terhadap Israel, yang memblokade Gaza sejak Maret 2025. 111 organisasi kemanusiaan dan HAM menyatakan "kelaparan massal" tengah terjadi. Direktur WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, bahkan menyebutnya sebagai kelaparan buatan manusia. Namun, Israel membantah tuduhan tersebut, menyalahkan Hamas atas krisis ini. Juru bicara pemerintah Israel, David Mencer, menegaskan negaranya tidak bertanggung jawab atas kelaparan di Gaza. Pernyataan ini menimbulkan perdebatan sengit di tengah krisis kemanusiaan yang semakin parah.
