Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mendesak Thailand dan Kamboja untuk segera menghentikan pertempuran mematikan di perbatasan kedua negara. Internationalmedia.co.id melaporkan pernyataan Anwar yang menyerukan kedua negara untuk memprioritaskan negosiasi guna menyelesaikan konflik. Anwar, yang juga menjabat sebagai Ketua ASEAN saat ini, menyampaikan keprihatinannya atas eskalasi konflik tersebut. "Harapan saya, mereka mundur dan berupaya bernegosiasi," tegas Anwar kepada wartawan.
Anwar mengaku telah menghubungi Perdana Menteri Thailand dan Kamboja untuk menyampaikan pesan perdamaian. Ia bahkan berencana berkomunikasi langsung dengan keduanya. "Perdamaian adalah satu-satunya jalan," tegas Anwar menekankan pentingnya penyelesaian damai konflik yang melibatkan dua negara anggota ASEAN tersebut.

Bentrokan antara Thailand dan Kamboja kembali meletus, ditandai dengan aksi saling tembak antara pasukan kedua negara. Militer Thailand melaporkan pasukan Kamboja melancarkan serangan roket dan artileri, sementara Phnom Penh balik menuduh Thailand yang memulai serangan. Sebagai respons, Thailand mengerahkan enam jet tempur F-16 untuk menyerang target militer di Kamboja. Serangan ini dikecam Phnom Penh sebagai "agresi militer brutal".
Konflik tersebut telah menelan korban jiwa. Laporan sementara dari militer Thailand menyebutkan sedikitnya sembilan warga sipil, termasuk seorang anak, tewas dan 14 lainnya luka-luka. Belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa di pihak Kamboja. Ketegangan di perbatasan kedua negara ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi kawasan dan komunitas internasional.
