Pengakuan mengejutkan datang dari Brigade Ezzedine Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas. Internationalmedia.co.id melaporkan, melalui pernyataan audio juru bicaranya, Abu Ubaida, Hamas mengungkap taktik brutal yang digunakan tentara Israel di Jalur Gaza. Taktik ini, menurut Hamas, bertujuan untuk mencegah penculikan tentara Israel oleh kelompok perlawanan.
Abu Ubaida mengungkapkan bahwa Israel menerapkan "protokol Hannibal," sebuah prosedur yang mengizinkan penggunaan kekuatan mematikan, bahkan terhadap tentara mereka sendiri, jika dicurigai diculik. Tujuannya? Mencegah Hamas dan kelompok sekutunya membawa pulang tawanan hidup-hidup. Hamas menyebutnya sebagai "pembunuhan massal."

"Para petempur kami telah mencoba beberapa kali melakukan penculikan, beberapa hampir berhasil," ujar Abu Ubaida. Ia menambahkan bahwa keberhasilan operasi penculikan terhambat karena taktik kejam Israel tersebut. Akibatnya, menurut Hamas, ratusan tentara Israel tewas dan terluka, ribuan lainnya menderita trauma psikologis, bahkan angka bunuh diri di kalangan tentara Israel meningkat.
Hamas menegaskan kesiapannya untuk "perang atrisi yang panjang" melawan Israel. Mereka juga mengklaim telah mengembangkan taktik baru untuk menghadapi strategi brutal Israel. Pihak Israel sendiri hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Hamas tersebut. Pernyataan ini menambah ketegangan di Jalur Gaza yang sudah memanas.
