Kecelakaan pesawat Air India penerbangan 171 yang menewaskan 260 jiwa pada Juni lalu masih menyisakan misteri. Internationalmedia.co.id melaporkan, investigasi terbaru mengungkap kejanggalan pada sakelar pengendali bahan bakar pesawat Boeing 787 Dreamliner tersebut. Hanya beberapa detik setelah lepas landas, kedua sakelar tiba-tiba mati, menyebabkan mesin kekurangan bahan bakar dan kehilangan daya. Padahal, mematikan sakelar tersebut biasanya dilakukan setelah pesawat mendarat.
Rekaman kokpit menangkap percakapan pilot yang mempertanyakan siapa yang mematikan sakelar. Namun, rekaman tersebut tidak memberikan jawaban pasti. Saat lepas landas, kopilot menerbangkan pesawat sementara kapten memantau. Sakelar berhasil dinyalakan kembali, membuat satu mesin kembali menyala, sementara mesin lainnya menyala namun tak cukup kuat untuk mencegah kecelakaan. Pesawat hanya mengudara kurang dari semenit sebelum jatuh di permukiman padat Ahmedabad, India.

Investigasi yang melibatkan ahli dari Boeing, General Electric, Air India, regulator India, serta Amerika Serikat dan Inggris, menemukan fakta mengejutkan. Sakelar bahan bakar dilengkapi pengunci, sehingga hampir mustahil diaktifkan atau dinonaktifkan secara tidak sengaja. Hal inilah yang membuat kasus ini semakin membingungkan. Para ahli mempertanyakan apakah pilot sengaja atau tidak sengaja mematikan sakelar, dan jika disengaja, apa motifnya. Tidak ada indikasi situasi darurat atau diskusi yang menunjukkan sakelar dinonaktifkan secara tidak sengaja.
Peter Goelz, mantan direktur NTSB (badan penyelidik kecelakaan transportasi AS), menyebut temuan ini sangat meresahkan. Ia menekankan pentingnya analisis menyeluruh rekaman suara kokpit untuk mengidentifikasi siapa yang berbicara dan apa yang dikatakan. Rekaman tersebut, menurutnya, memegang kunci untuk mengungkap misteri ini. Identifikasi suara, transkrip lengkap, dan tinjauan komunikasi sejak pesawat lepas landas hingga jatuh sangat krusial. Goelz juga menyoroti perlunya perekam video kokpit, yang dapat menunjukkan secara visual siapa yang mematikan sakelar.
Laporan awal juga menyebutkan bahwa pada 2018, FAA (Badan Penerbangan Federal AS) mengeluarkan buletin yang menyoroti kemungkinan fitur pengunci pada sakelar bahan bakar Boeing 737 dinonaktifkan. Meskipun masalah ini dicatat, Air India tidak melakukan inspeksi yang direkomendasikan karena buletin tersebut bersifat imbauan. Para ahli memperdebatkan apakah hal ini berkaitan dengan kecelakaan. Ada pula pertanyaan mengenai kemungkinan sakelar mati karena masalah elektronik pada unit kontrol pesawat.
Laporan menyatakan sampel bahan bakar baik-baik saja, menepis dugaan kontaminasi bahan bakar sebagai penyebab. Kegagalan mekanis juga dikesampingkan sementara. Namun, fakta bahwa RAT (Ram Air Turbine), generator cadangan darurat, aktif, menunjukkan kegagalan sistem utama. Seorang pilot Boeing 787 menjelaskan bahwa pilot yang menerbangkan pesawat kemungkinan tidak sempat memikirkan roda pendaratan yang tidak ditarik karena fokus pada keselamatan pendaratan darurat.
Keluarga korban kecewa dengan laporan awal yang dianggap terlalu umum. Mereka berharap detail lebih lanjut akan dipublikasikan untuk mendapatkan jawaban atas tragedi yang menimpa keluarga mereka. Misteri di balik sakelar mati ini masih terus diselidiki, dan dunia menunggu jawabannya.
