Berita mengejutkan datang dari Myanmar. Internationalmedia.co.id melaporkan adanya serangan drone lintas batas yang menewaskan tiga pemimpin kelompok separatis di negara tersebut. Serangan yang dilakukan oleh tentara India ini menyasar kamp-kamp Front Pembebasan Bersatu Asom (ULFA) yang berbasis di dekat perbatasan.
Menurut pernyataan ULFA yang dilansir oleh AFP pada Minggu (13/7/2025), seorang komandan tinggi dan dua komandan senior lainnya tewas dalam serangan tersebut. Selain itu, 19 anggota ULFA lainnya mengalami luka-luka. ULFA juga mengklaim bahwa serangan tersebut juga menargetkan kamp-kamp kelompok pemberontak lain, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Pihak berwenang India sendiri hingga saat ini belum memberikan konfirmasi resmi terkait insiden tersebut.

ULFA, yang memperjuangkan kemerdekaan negara bagian Assam di India timur laut, merupakan salah satu dari beberapa kelompok separatis yang aktif di wilayah tersebut. PLA, di sisi lain, mengadvokasi pemisahan diri negara bagian Manipur. Meskipun salah satu faksi ULFA telah berdamai dengan pemerintah India pada tahun 2023, konflik di wilayah ini telah berlangsung selama tiga dekade dan menewaskan ribuan orang, sebagian besar warga sipil. Serangan-serangan serupa meskipun telah berkurang dalam beberapa tahun terakhir, tetap menjadi ancaman bagi stabilitas regional. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai implikasi geopolitik dan dampaknya terhadap upaya perdamaian di kawasan tersebut.