Internationalmedia.co.id melaporkan hasil investigasi kecelakaan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner Air India di Ahmedabad yang menewaskan 260 orang. Hasilnya mengejutkan: saklar bahan bakar kedua mesin pesawat mati secara misterius.
Laporan Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India, seperti dikutip internationalmedia.co.id dari AFP, mengungkapkan saklar bahan bakar beralih dari posisi ‘RUN’ ke ‘CUTOFF’ hanya dalam hitungan detik setelah lepas landas. Ironisnya, laporan tersebut tak menunjuk siapa yang bertanggung jawab atas tragedi 12 Juni lalu. Rekaman kokpit menunjukkan percakapan antara pilot yang saling bertanya-tanya siapa yang mematikan saklar bahan bakar.

Investigasi menyebutkan, setelah mencapai kecepatan tertinggi, saklar bahan bakar mesin 1 dan 2 berganti-ganti posisi dari ‘RUN’ ke ‘CUTOFF’ dalam waktu kurang dari satu detik. Pesawat langsung kehilangan ketinggian. Meskipun saklar kembali ke posisi ‘RUN’ dan mesin tampak menyala kembali, salah satu pilot sempat meneriakkan "MAYDAY MAYDAY MAYDAY" sebelum pesawat jatuh. Menariknya, The Air Current sebelumnya telah mengabarkan bahwa penyelidikan difokuskan pada pergerakan saklar bahan bakar, namun analisis lengkap masih membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Kecelakaan tersebut menghancurkan sebuah kompleks rumah sakit dan asrama mahasiswa kedokteran, menewaskan 260 orang (termasuk 12 awak dan 230 penumpang dari berbagai negara). Hanya satu penumpang, Vishwashkumar Ramesh, warga negara Inggris, yang selamat. Ramesh menceritakan detik-detik mengerikan saat pesawat jatuh, menggambarkan perasaan seperti "tersangkut di udara" selama 5-10 detik sebelum menghantam tanah. Ia berhasil keluar dari reruntuhan melalui celah di badan pesawat. Kisah heroiknya menjadi satu-satunya titik terang di tengah tragedi memilukan ini.
