Internationalmedia.co.id melaporkan, Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa serangan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah bisa terulang. Pernyataan tegas ini disampaikan Khamenei pada Jumat (11/7) lalu, mengacu pada serangan rudal balistik bulan lalu ke Pangkalan Udara Al Udeid, markas utama Komando Pusat AS (CENTCOM).
Khamenei menyebut serangan tersebut bukan insiden kecil, melainkan peristiwa besar yang berpotensi terulang. Ia menegaskan kemampuan Iran untuk menjangkau target-target penting AS di kawasan tersebut. Klaim ini diperkuat oleh Pentagon yang mengakui salah satu rudal memang menghantam pangkalan, dan citra satelit menunjukkan kerusakan pada radome di Al Udeid.

Kemunculan Khamenei di publik setelah perang 12 hari antara Iran dan Israel juga menarik perhatian. Dalam video yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Khamenei terlihat menghadiri upacara peringatan hari Ashura, setelah sebelumnya dilaporkan berada di lokasi aman selama konflik yang menewaskan sejumlah komandan dan ilmuwan nuklir Iran. Di upacara tersebut, ia meminta pembacaan lagu kebangsaan Iran, menekankan kemakmuran dan perlindungan negara dari ancaman. Perlu dicatat, selama perang, Khamenei hanya merilis pesan rekaman dan menghindari penampilan publik sejak 13 Juni. Pemerintah Iran sendiri telah mengumumkan gencatan senjata dan menyatakan kesiapan berunding dengan AS, sembari menegaskan haknya menggunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai. Ancaman terbaru Khamenei ini tentu saja meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.